BREAKING NEWS

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tuesday, November 24, 2015

10 Organ Badan Yang Dipercaya Sebagai Sisa Dari Evolusi Manusia


Mekanisme seleksi alam memainkan peranan penting dalam perkembangan manusia. Proses yang sangat rumit tersebut menghasilkan insan modern menyerupai ketika ini, namun menyisakan beberapa bentuk anatomis (organ) dan fungsi-fungsi yang, sebenarnya, tidak mempunyai kegunaan pada manusia. Berikut merupakan sepuluh sisa perubahan pada insan namun tidak memainkan peranan penting:

1. Usus Buntu (appendiks)


Usus buntu merupakan organ yang tidak mempunyai fungsi pada insan namun justru sering menyebabkan problem berupa peradangan (appendisitis) sehingga harus dibuang secara bedah. Walau fungsinya masih terus diselidiki, banyak hebat setuju dengan teori Darwin yang menyatakan bahwa usus buntu mempunyai kegunaan dalam pencernaan selulosa (suatu karbohidrat rantai panjang yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan) pada insan purba.

Seiring dengan berjalannya evolusi (dan perubahan contoh makan manusia), usus buntu menjadi tidak mempunyai kegunaan lagi. Uniknya, beberapa hebat percaya bahwa seleksi alam menentukan untuk mempertahankan usus buntu yang berukuran besar (dibanding yang ada pada kita ketika ini) alasannya ialah lebih jarang mengalami peradangan. Usus buntu akan tetap ada gotong royong dengan kita dalam jangka waktu panjang – dan menggantung begitu saja kendati tidak ada fungsinya.
2. Tulang Koksigeal (os.coccys)


Tulang koksigeal sering disebut-sebut sebagai ekor manusia. Teori menyebutkan bahwa insan berekor seiring evolusi mengalami kehilangan ekor, dan menyisakan tulang koksigeal. Beberapa fungsi tulang koksigeal yang diketahui ketika ini ialah untuk menunjang beberapa otot bab belakang dan menopang pada ketika duduk dan memiringkan badan. Selain itu tulang koksigeal juga menopang posisi anus.
3. Titik Darwin (plica semilunaris)


Titik Darwin ditemukan pada kebanyakan mamalia termasuk manusia. Fungsinya ialah untuk memfokuskan bunyi pada hewan, namun tidak demikian pada manusia. Hanya 10,4 % orang yang mempunyai titik Darwin ini, dan diduga ada tugas genetik dalam memunculkan titik Darwin. Titik tersebut (lihat gambar di atas) merupakan nodul kecil tebal yang berada di antara pertemuan daun pendengaran bab atas dan bawah.
4. Kelopak Mata Ketiga

Jika kita mengamati seekor kucing mengedip, kita sanggup melihat adanya sebuah membran tipis melintang di matanya – yang disebut sebagai kelopak mata ketiga. Hal ini jarang ditemukan pada mamalia, namun banyak terdapat pada burung, reptil dan ikan.

Manusia juga, secara bervariasi, mempunyai sisa-sisa dari kelopak mata ketiga (lihat gambar di atas) namun tidak mempunyai fungsi. Hanya ada satu spesies primata yang mempunyai kelopak mata ketiga yang fungsional, yaitu Calabar angwantibo yang hidup di Afrika Barat.


5. Gigi Geraham Tambahan (molar 3)


Dahulu insan purba mengonsumsi tumbuh-tumbuhan dalam jumlah besar dan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhannya dalam sehari. Untuk itu maka terdapat set gigi geraham pemanis (terletak paling belakang) sehingga menciptakan proses mengunyah menjadi lebih produktif.

Namun seiring dengan evolusi (dan perubahan contoh makan manusia) maka rahang insan menjadi lebih kecil dan gigi geraham pemanis tersebut menjadi tidak berguna. Pada populasi tertentu, gigi geraham pemanis ini sudah tidak ditemukan lagi (meskipun ada juga yang masih memilikinya).

6. Otot Plantaris (m.plantaris)



Otot plantaris awalnya dipakai oleh binatang untuk menggenggam dan memanipulasi objek dengan kaki – menyerupai seekor monyet yang memakai kakinya untuk mengupas buah dll. Manusia juga mempunyai otot ini namun tidak berkembang dengan maksimal, sehingga dokter sering memakai otot ini untuk menambal pada proses bedah rekonstruksi. Otot ini tidak begitu penting sehingga 9% insan dilahirkan tanpa otot ini lagi.

7. Otot Telinga (m.auricularis)

Disebut juga sebagai otot pendengaran luar, otot auricularis sering dipakai oleh binatang untuk memutar dan menggerakkan telinganya (tanpa menggerakkan kepalanya) dengan tujuan memfokuskan terhadap bunyi tertentu.

Manusia juga masih mempunyai otot ini namun kita tidak pernah menggunakannya menyerupai binatang – otot ini begitu lemah sehingga kita hanya bisa menciptakan gerakan lemah pada pendengaran walau dengan susah payah. Kita bisa melihat penggunaan otot ini pada kucing, di mana mereka sering kali membalikkan telinganya untuk fokus terhadap mangsa yang diincarnya.


8. DNA “sampah” (L-gulonolactone oxidase)


DNA ini merupakan DNA yang tidak bisa dipakai untuk metabolisme/produksi. Pada awalnya insan mempunyai DNA ini untuk menghasilkan enzim yang memproses vitamin C (disebut: L-gulonolactone oxidase).

Kebanyakan binatang lain juga mempunyai DNA ini, namun – sama menyerupai insan – DNA ini menjadi nonfungsional sehingga menjadi DNA “sampah”. Yang menarik, adanya DNA ini menjadi petunjuk adanya relasi spesies di muka bumi ini.


9. Organ Jacobson (vomeronasal)


Organ ini terletak di hidung dan berfungsi dalam mendeteksi feromon (zat kimia yang merangsang panggilan seksual, sebagai peringatan bahaya, atau sebagai penunjuk adanya makanan). Organ ini masih terdapat pada binatang (seperti semut) dan dipakai untuk banyak sekali hal, contohnya untuk mencari pasangan atau mengumpulkan makanan.

Manusia juga pada awalnya mempunyai organ Jacobson, namun seiring berjalannya waktu organ ini menjadi nonfungsional sehingga insan tidak sanggup menemukan pasangan hanya dengan mengandalkan organ ini.


10. Bulu kuduk (cutis anserina)


Manusia akan merinding dan bangun bulu kuduknya ketika sedang kedinginan, ketakutan, murka atau terpesona. Hewan juga mempunyai bulu kuduk untuk hal yang sama, contohnya seekor kucing atau anjing yang menegakkan bulu kuduknya apabila sedang berhadapan dengan musuh.

Dalam cuaca dingin, bulu kuduk yang bangun akan memerangkap udara di antara kulit sehingga memberi sensasi kehangatan. Jika sedang ketakutan, bulu kuduk yang bangun akan menciptakan binatang terlihat lebih besar sehingga menakuti musuhnya.

Manusia tidak lagi mempunyai fungsi bulu kuduk menyerupai dahulu – apalagi sesudah inovasi pakaian, berkurangnya kompetisi secara fisik dll. Proses seleksi alam secara perlahan menghilangkan bulu kuduk, namun masih menyisakan sedikit menyerupai yang sanggup kita rasakan jikalau sedang ketakutan.




Sumber
blackascii
 
Copyright © 2014 All about wedding

Powered by Themes24x7