Mekanisme seleksi alam memainkan peranan penting dalam perkembangan manusia. Proses yang sangat rumit tersebut menghasilkan insan modern menyerupai ketika ini, namun menyisakan beberapa bentuk anatomis (organ) dan fungsi-fungsi yang, sebenarnya, tidak mempunyai kegunaan pada manusia. Berikut merupakan sepuluh sisa perubahan pada insan namun tidak memainkan peranan penting:
1. Usus Buntu (appendiks)
.jpg)
Usus buntu merupakan organ yang tidak mempunyai fungsi pada insan namun justru sering menyebabkan problem berupa peradangan (appendisitis) sehingga harus dibuang secara bedah. Walau fungsinya masih terus diselidiki, banyak hebat setuju dengan teori Darwin yang menyatakan bahwa usus buntu mempunyai kegunaan dalam pencernaan selulosa (suatu karbohidrat rantai panjang yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan) pada insan purba.
Seiring dengan berjalannya evolusi (dan perubahan contoh makan manusia), usus buntu menjadi tidak mempunyai kegunaan lagi. Uniknya, beberapa hebat percaya bahwa seleksi alam menentukan untuk mempertahankan usus buntu yang berukuran besar (dibanding yang ada pada kita ketika ini) alasannya ialah lebih jarang mengalami peradangan. Usus buntu akan tetap ada gotong royong dengan kita dalam jangka waktu panjang – dan menggantung begitu saja kendati tidak ada fungsinya.
.jpg)
Tulang koksigeal sering disebut-sebut sebagai ekor manusia. Teori menyebutkan bahwa insan berekor seiring evolusi mengalami kehilangan ekor, dan menyisakan tulang koksigeal. Beberapa fungsi tulang koksigeal yang diketahui ketika ini ialah untuk menunjang beberapa otot bab belakang dan menopang pada ketika duduk dan memiringkan badan. Selain itu tulang koksigeal juga menopang posisi anus.
.jpg)
Titik Darwin ditemukan pada kebanyakan mamalia termasuk manusia. Fungsinya ialah untuk memfokuskan bunyi pada hewan, namun tidak demikian pada manusia. Hanya 10,4 % orang yang mempunyai titik Darwin ini, dan diduga ada tugas genetik dalam memunculkan titik Darwin. Titik tersebut (lihat gambar di atas) merupakan nodul kecil tebal yang berada di antara pertemuan daun pendengaran bab atas dan bawah.

Manusia juga, secara bervariasi, mempunyai sisa-sisa dari kelopak mata ketiga (lihat gambar di atas) namun tidak mempunyai fungsi. Hanya ada satu spesies primata yang mempunyai kelopak mata ketiga yang fungsional, yaitu Calabar angwantibo yang hidup di Afrika Barat.
5. Gigi Geraham Tambahan (molar 3)
.jpg)
Namun seiring dengan evolusi (dan perubahan contoh makan manusia) maka rahang insan menjadi lebih kecil dan gigi geraham pemanis tersebut menjadi tidak berguna. Pada populasi tertentu, gigi geraham pemanis ini sudah tidak ditemukan lagi (meskipun ada juga yang masih memilikinya).
6. Otot Plantaris (m.plantaris)
.jpg)
Otot plantaris awalnya dipakai oleh binatang untuk menggenggam dan memanipulasi objek dengan kaki – menyerupai seekor monyet yang memakai kakinya untuk mengupas buah dll. Manusia juga mempunyai otot ini namun tidak berkembang dengan maksimal, sehingga dokter sering memakai otot ini untuk menambal pada proses bedah rekonstruksi. Otot ini tidak begitu penting sehingga 9% insan dilahirkan tanpa otot ini lagi.
7. Otot Telinga (m.auricularis)
.jpg)
Manusia juga masih mempunyai otot ini namun kita tidak pernah menggunakannya menyerupai binatang – otot ini begitu lemah sehingga kita hanya bisa menciptakan gerakan lemah pada pendengaran walau dengan susah payah. Kita bisa melihat penggunaan otot ini pada kucing, di mana mereka sering kali membalikkan telinganya untuk fokus terhadap mangsa yang diincarnya.
8. DNA “sampah” (L-gulonolactone oxidase)
.jpg)
Kebanyakan binatang lain juga mempunyai DNA ini, namun – sama menyerupai insan – DNA ini menjadi nonfungsional sehingga menjadi DNA “sampah”. Yang menarik, adanya DNA ini menjadi petunjuk adanya relasi spesies di muka bumi ini.
9. Organ Jacobson (vomeronasal)
.jpg)
Manusia juga pada awalnya mempunyai organ Jacobson, namun seiring berjalannya waktu organ ini menjadi nonfungsional sehingga insan tidak sanggup menemukan pasangan hanya dengan mengandalkan organ ini.
10. Bulu kuduk (cutis anserina)
.jpg)
Dalam cuaca dingin, bulu kuduk yang bangun akan memerangkap udara di antara kulit sehingga memberi sensasi kehangatan. Jika sedang ketakutan, bulu kuduk yang bangun akan menciptakan binatang terlihat lebih besar sehingga menakuti musuhnya.
Manusia tidak lagi mempunyai fungsi bulu kuduk menyerupai dahulu – apalagi sesudah inovasi pakaian, berkurangnya kompetisi secara fisik dll. Proses seleksi alam secara perlahan menghilangkan bulu kuduk, namun masih menyisakan sedikit menyerupai yang sanggup kita rasakan jikalau sedang ketakutan.
blackascii