Kuburan zaman pertengahan terbongkar dalam proyek pembangunan jalan bawah tanah di Inggris, tepatnya di jalan yang membatasi tempat Stasiun Farringdon dan Stasiun Barbican Tube.
Dalam sebuah proyek bernilai 14,8 miliar poundsterling atau sekitar Rp 2.167 triliun itu, 12 kerangka warga Inggris kuno yang tewas alasannya yaitu wabah penyakit mematikan Black Death ditemukan. Mereka bersemayam di tanah dengan kedalaman lebih dari 8 kaki atau lebih dari sekitar 2,4 meter.
12 Kerangka tersebut yaitu sebagian tulang belulang di antara jutaan penduduk Eropa masa lampau yang tewas massal terjangkit Black Death. Mereka semua terbaring di dalam tumpukan tanah di atas kota-kota di Inggris.
Konon, ada banyak mayat yang ditumpuk menjadi konstruksi dasar bangunan masa lalu. Mereka seperti terinjak insan masa sekarang yang berlalu lalang, beraktivitas sehari-hari. Jutaan kaki menginjak para korban Black Death selama beberapa tahun. Ribuan ton tanah dan puing-puing menyembunyikan mereka.
Dengan ditemukannya 12 tulang belulang insan ini, misteri penyebab niscaya tewas massal segera terungkap. Teka-teki tragedi yang memporak porandakan daratan Eropa sekitar tahun 1348 itu mulai jelas benderang.
Apa penyebab Black Death yang sebenarnya? Belum diketahui pasti. Para peneliti di Inggris akan menelusurinya lewat DNA 9 kerangka tersebut. Yang pasti, tulang belulang tersebut dikubur secara rapi. Pria dan perempuan terbaring berdampingan satu sama lain dengan kedua tangan di atas perut.
"Ini yaitu inovasi yang sangat penting. Kami akan melaksanakan tes ilmiah untuk mengungkap penyebab Black Death. Apakah mereka korban dari wabah pada kurun ke-14 atau yang lain," kata arkeolog Jay Carver, menyerupai dilansir Dailymail, Jumat (15/3/2013).
"Warga mana dan berapa umur mereka akan kami selidiki. Tapi pada dugaan awal, mereka yaitu jasad dari tanah pemakaman massal kurun ke-14," sambung Jay.
Penemuan serupa pernah terjadi pada 1980. Namun jumlah kerangkanya tak diketahui pasti. Diduga ada sekitar 50 ribu kerangka yang dikubur di beberapa kota di Inggris.
Bencana Black Death
Kala itu, pada sekitar tahun 1347 dan 1351, sekitar satu pertiga penduduk Inggris tewas 'terserang' Black Death. Menyebar ke seluruh dunia, Black Death setidaknya telah membunuh kurang lebih 40 juta orang, termasuk di antaranya 25 juta orang di Eropa. Black Death telah membunuh 1 dari setiap 4 orang Eropa hanya dalam waktu 4 tahun.
Konon penyakit ini berawal dari China. Kemudian ditularkan pada orang-orang Eropa dikala seorang Kipchak dari bangsa Mongol menyerbu sebuah keramaian dengan melemparkan mayat yang terinfeksi ke tengah sentra perdagangan di Crimea. Wabah tersebut kemudian mencapai Genoa pada 1347, sampai kemudian menyebar ke pecahan barat dan utara mencapai London dan Paris pada 1348.
Wabah tersebut diduga dibawa pertama kali oleh kutu tikus yang juga sanggup hidup pada manusia. Hal itu kemudian bermetamorfosis wabah penyakit radang paru-paru yang menyebar melalui batuk dan bersin.
Berdasarkan analisis DNA yang pernah dilakukan terhadap korban, basil Yersinia pestis-lah yang bertanggung jawab atas selesai hayat massal ini. Tetapi ilmuwan lain masih mencurigai dan meyakini ada basil lain yang sangat cepat berbagi virus.
Setelah wabah Black Death ini, kala itu, tanah lapang di Eropa dipenuhi mayat-mayat. Rumah-rumah, desa-desa dan perkotaan menjadi sunyi dan kosong. Setelah itu, terjadilah kelangkaan tenaga kerja, sehingga upah mereka meningkat dan banyak budak yang mendapat kemerdekaan mereka.
Konon, ribuan kerangka insan yang dipakai sebagai kontruksi dasar bangunan Evora Chapel di Portugal itu merupakan kerangka para korban keganasan wabah Black Death.
Kini jago DNA bekerja sama dengan arkeolog akan mengidentifikasi penyebab niscaya Black Death dengan memakai sampel tulang belulang yang gres ditemukan di Stasiun Farringdon dan Stasiun Barbican Tube tersebut. Setelah proses identifikasi selesai, kerangka akan dikuburkan kembali.