BREAKING NEWS

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Thursday, November 26, 2015

5 Penyakit Mematikan Yang Pernah Melanda Dunia


Umat insan pernah dirundung masa kelam, ketika dunia medis kedokteran perkembangannya masih sangat terbatas. Beberapa wabah pandemik, tercatat teleh menjadikan maut hingga puluhan juta orang di belahan dunia hingga kurun waktu tertentu. Berikut yaitu 5 pandemi mematikan yang pernah melanda dunia:

1. Wabah Hitam

Kematian Hitam atau Wabah Hitam, yaitu suatu pandemi jago yang pertama kali melanda Eropa pada pertengahan hingga selesai kurun ke-14 (1347 – 1351) dan membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa. Pada ketika yang hampir bersamaan, terjadi pula epidemi pada sebagian besar Asia dan Timur Tengah, yang menawarkan bahwa insiden di Eropa sebetulnya merupakan pecahan dari pandemi multi-regional. Jika termasuk Timur Tengah, India, dan Tiongkok, Kematian Hitam telah merenggut sedikitnya 75 juta nyawa. Penyakit yang sama diduga kembali melanda Eropa pada setiap generasi dengan perbedaan intensitas dan tingkat fatalitas yang berbeda hingga dasawarsa 1700-an. Penyakit ini berhasil dimusnahkan di Eropa pada awal kurun ke-19, tapi masih berlanjut pada pecahan lain dunia (Afrika Tengah dan Oriental, Madagaskar, Asia, beberapa pecahan Amerika Selatan).

Kejadian awal di Eropa awalnya disebut sebagai “Mortalitas Besar” (Great Mortality) oleh para penulis kontemporer. Nama “Kematian Hitam” umumnya dianggap berasal dari tanda-tanda khas dari penyakit ini, yang disebut acral necrosis, di mana kulit penderita menjadi menghitam lantaran pendarahan subdermal. Catatan sejarah telah menciptakan sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa Kematian Hitam yaitu suatu serangan wabah bubonik yang disebabkan kuman Yersinia pestis dan disebarkan oleh lalat dengan santunan binatang menyerupai tikus hitam (Rattus rattus), walaupun ada juga kalangan yang menyangsikan kebenaran hal ini.

2. Pandemik Flu 1918

Pandemik flu 1918 (biasanya disebut flu Spanyol) yaitu pandemik influenza kategori 5 yang mulai menyebar di Amerika Serikat, muncul di Afrika Barat dan Perancis, kemudian menyebar hampir ke seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H1N1. Kebanyakan korban flu ini yaitu remaja muda. Flu Spanyol terjadi dari Maret 1918 hingga Juni 1920, menyebar hingga ke Arktik dan kepulauan Pasifik. Diperkirakan 50 hingga 100 juta orang di seluruh dunia meninggal.

3. Wabah Justinianus

Wabah Justinianus yaitu pandemik yang menyerang Kekaisaran Romawi Timur (Kekaisaran Bizantium), termasuk ibukotanya Konstantinopel, pada tahun 541–542 M. Penyebabnya kemungkinan yaitu wabah pes, yang kemudian menjadi tidak terkenal lantaran menjadikan wabah “Kematian Hitam” pada kurun ke-14. Pengaruh sosial dan kultural dari wabah ini sanggup disamakan dengan Kematian Hitam. Dalam pandangan sejarawan kurun keenam, cakupan wabahnya hampir seluruh dunia, terutama menyerang Asia Selatan dan Tengah, Afrika Utara dan Arabia, dan Eropa (di utara sejauh Denmark dan di barat sejauh Irlandia. Studi genetis mengarah pada Cina sebagai sumber utama penularan.

Sampai sekitar tahun 750, wabah ini kembali di tiap generasi di Mediterania. Gelombang penyakit juga kuat terhadap masa depan sejarah Eropa. Sejarawan modern menamai wabah ini berdasarkan nama Kaisar Romawi Justinianus I, yang berkuasa pada ketika itu. Justinianus I juga mengidap penyakit tersebut, namun merupakan satu dari sedikit orang yang berhasil bertahan hidup.

4. Penyakit Pes

Penyakit pes yaitu penyakit zoonosis, yang bersumber dari tikus kecil dan kutu-nya, dan merupakan salah satu dari tiga jenis infeksi yang disebabkan oleh Yersinia pestis (sebelumnya dikenal sebagai Pasteurella pestis), yang termasuk dalam keluarga Enterobacteriaceae. Wabah pes membunuh sekitar dua dari tiga insan yang terserang dalam waktu 4 hari. Istilah wabah pes berasal dari Bubo kata Yunani, berarti “kelenjar bengkak”. Kelenjar getah bening (buboes) terutama terjadi di ketiak dan pangkal paha pada orang yang menderita wabah pes. Penyakit pes sering dipakai secara sinonim untuk wabah, tetapi sebetulnya merujuk secara khusus untuk infeksi yang masuk melalui kulit dan berjalan melalui limfatik, menyerupai yang sering terlihat pada infeksi kutu-borne. Penyakit pes umumnya diyakini menjadi penyebab Kematian Hitam yang melanda Eropa pada kurun ke-14 dan menewaskan sekitar 75 juta orang diperkirakan, 30-60% dari populasi Eropa bersama dengan wabah septicemia dan wabah pneumonia. Karena wabah membunuh begitu banyak penduduk yang bekerja, upah naik dan beberapa sejarawan telah melihat ini sebagai titik balik dalam pembangunan ekonomi Eropa.

5. Wabah Antoninus

Wabah Antoninus, AD 165-180, juga dikenal sebagai Wabah Galen, yaitu pandemi kuno, baik dari cacar atau campak, dibawa ke Kekaisaran Romawi oleh pasukan yang kembali dari peperangan di Timur Dekat. Nama Antoninus, diberikan pada wabah ini, sesudah kaisar terserang dan meninggal lantaran wabah ini. Penyakit ini kembali melanda sembilan tahun kemudian, berdasarkan sejarawan Romawi Cassius Dio, dan menjadikan maut hingga 2.000 orang di Roma. Jumlah maut telah diperkirakan mencapai lima juta orang. Sumber Kuno oke bahwa epidemi muncul selama pengepungan Romawi atas Seleukia di ekspresi dominan masbodoh tahun 165-66.




Sumber:
 
Copyright © 2014 All about wedding

Powered by Themes24x7