Mungkin mengherankan, kehidupan pribadi Bill Gates ternyata sedikit berbeda dari kebanyakan kaum miliarder atau para bintang film terkenal. Bila Anda kesampingkan rekening bank Bill Gates atau mainan eksotisnya, percaya atau tidak, pendiri Microsoft ini menghabiskan uang dan waktunya menyerupai hampir kebanyakan orang.
Bill Gates populer dengan etos kerjanya. Walaupun namanya telah identik dengan raksasa komputer dunia, tapi hal itu layak disebut alasannya yakni ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Bill mendirikan Microsoft dengan Paul Allen pada tahun 1975, dan dongeng selanjutnya yakni sejarah.
Bill tetap terlibat dengan operasi bisnis Microsoft hingga hari ini. Perannya sebagai pemimpin formal (chairman) perusahaan berakhir pada 2014, dan ia kini menjabat sebagai Kepala Penasihat Teknologi Microsoft. Sejak mengubah peran, Bill memusatkan sebagian besar waktunya pada upaya filantropis (baca: peduli terhadap sesama) dan keluarganya.
Dari fakta-fakta yang kita ketahui perihal gaya hidupnya, Bill sepertinya masih menjadi seorang anak yang unik, yang memperlihatkan kemampuannya untuk melompati kursi, atau mengatur jadwal sekolah supaya ia berada di kelas yang dipenuhi gadis-gadis cantik.
Menurut penuturan Bill sendiri, penghamburan uang (splurge) yang pernah dilakukannya hanyalah untuk membeli sebuah mansion di tepi Lake Washington yang ia sebut Xanadu 2.0 dan sebuah pesawat jet pribadi. Ia juga mempunyai pulau pribadi terbesar di Belize, yang masih dianggap menghamburkan uang, bahkan untuk seorang miliarder.
Xanadu 2.0 yakni nama sebuah villa seluas 66.000 kaki persegi di negara bab Washington senilai lebih dari USD145 juta (pada tahun 2009). Seperti yang dibayangkan, rumah dari taipan komputer itu terperinci 'sedikit' berbeda dari rumah kaum borjuis yang lain.
Bill benar-benar membuat sebuah 'smart-house' dengan memperlihatkan perhatian pada detail terkecil. Bila penghuni mendengarkan musik, mereka akan menemukan bahwa speaker-nya tersembunyi di balik dinding dan akan memperdengarkan lagu-lagu yang mereka sukai kemana pun ia bergerak di dalam rumah.
Dengan kekayaan higienis lebih dari USD79,2 miliar, ketika Bill Gates menyampaikan perihal menghamburkan uang, ia benar-benar bermaksud mengatakannya. Jet pribadinya, sebuah Bombadier BD-700 Global Express yakni model dengan kelas yang jauh di atas Cessna kecil atau Gulfstream, yang umum digunakan dalam dunia penerbangan pribadi atau biasa digunakan pengacara kondang dan selebritas yang gres naik daun.
Dengan harga sekitar USD40 juta, Bombadier bisa terbang non-stop selama 4200 mil, dan mencapai kecepatan tertinggi Mach 1. Bill memang membutuhkannya lebih dari sekadar kemewahan untuk dipamerkan, mengingat perjalanannya yang cukup sering ke Afrika sebagai bab dari tugasnya untuk Bill and Melinda Gates Foundation dan untuk liburan keluarga.
Antara jet pribadinya, armada Porsche langka, dan liburan senilai USD5 juta dengan yacht pada tahun 2014, terperinci bahwa Bill tak keberatan membayar sejumlah besar uang dalam hal perjalanan dan transportasi. Sebagai bab dari pekerjaannya sebagai seorang filantropis, Bill mempunyai alasan yang masuk akal untuk berkeliling dunia, tapi ia tidak berlebihan dalam memanjakan istri dan belum dewasa dengan perjalanan ke Roma, Belize, Kroasia, Antartika, atau ke tempat-tempat eksotis lainnya.
Bill telah usang mengidentifikasi dirinya sebagai pembaca buku cetak ketimbang membaca dalam format pdf atau e-book. Dan Xanadu 2.0 mempunyai perpustakaan pribadi dengan beberapa item yang akan membuat sebagian besar pustakawan dunia meneteskan air liur. Pada tahun 1994, Bill membeli Codex Leicester, sebuah koleksi tulisan-tulisan orisinil Leonardo Da Vinci, yang ia menangkan di sebuah lelang dengan membayar USD30,8 juta. Koleksi pribadinya juga termasuk tulisan-tulisan dari Abraham Lincoln dan para pemikir paling besar lengan berkuasa lainnya.
Setiap diskusi perihal di mana Bill menghabiskan uangnya tidak lengkap tanpa berbicara perihal Bill and Melinda Gates Foundation, yang bernilai lebih dari USD27 milyar. Dalam sebuah thread Ask Me Anything di reddit.com pada Januari 2014, Bill menjelaskan bahwa ia merasa penting untuk fokus pada masalah-masalah tertentu dengan kegiatan sosialnya. Untuk yayasan Bill and Melinda Gates Foundation, fokus global-nya yakni pada kesenjangan kesehatan, sementara untuk domestik (AS) fokus pada ketidaksetaraan pendidikan.
Usaha yang dilakukan oleh yayasan Bill Gates ini yakni bukti terbaik, bahwa bahkan hingga kini ia masih mempunyai keberanian yang sama untuk bermimpi besar menyerupai ketika ia memulai Microsoft untuk pertama kali.
Bill Gates dan yayasannya telah berkomitmen secara terbuka untuk menghapuskan penyakit Polio dari muka bumi...(biarkanlah kalimat itu terngiang di indera pendengaran Anda untuk beberapa saat). Sementara, tujuan-tujuannya yang lain yang 'kurang ambisius' tapi punya efek yang besar mencakup penelitian, pendistribusian vaksin baru, revolusi kondom, metode pengendalian kelahiran, dan menyediakan kanal ke sumber-sumber air bersih. Yayasan ini tentu saja dibiayai oleh donasi Bill dan Melinda Gates, dan teman erat mereka Warren Buffet.
Seperti Bill, Buffet juga termasuk di antara orang terkaya di dunia yang aneh. Buffet tinggal di rumah sederhana seluas 6.000 kaki persegi di Omaha, dan hingga tahun 2007 ia masih mengemudikan sendiri Lincoln Town 2001-nya. Dalam banyak hal, Buffet menyerupai dengan Bill Gates. Keduanya bertemu untuk pertama kalinya pada 1995, dalam sebuah pertemuan yang berdasarkan mereka berdua berlangsung singkat dan membosankan.
Buffet ingat, ia meminta saran dari mantan penulis Washington Post Meg Greenfield, yang juga menghadiri pertemuan itu, perihal berapa usang ia harus tetap sopan di depan Bill Gates. Secara mengejutkan, keduanya menjadi dekat. Cukup erat untuk Buffet berjanji menyumbangkan USD4 miliar kepada Bill and Melinda Gates Foundation dalam satu dekade terakhir.
Sampai hari ini, Bill tetap menjadi seorang pemimpi dan eksentrik. Mungkin satu-satunya hal yang ia harapkan yakni 'jangan mati' dan berdasarkan Bill sendiri, penyesalannya yang terbesar sejauh ini yakni tidak menguasai bahasa lain.
Sementara Bill menganggap dirinya ada di antara mereka yang berharap dunia akan menjadi kawasan yang lebih baik dan nyaman untuk ditinggali, ia merasa bahwa, "amat egosentris bagi orang-orang kaya untuk mengeluarkan uang berapa pun jumlahnya supaya mereka sanggup hidup lebih usang sementara Malaria dan TBC terus mewabah di seluruh dunia."
Di luar pekerjaannya di Microsoft atau kesibukan dengan yayasannya, Bill lebih suka menghabiskan waktunya bermain tenis, membaca, dan tur 'di lokasi menarik' dengan anak-anaknya ... menyerupai ke kawasan pembuangan sampah, pembangkit listrik, silo rudal (tempat penampungan sisa-sisa rudal), dan situs ilmiah menyerupai Large Hadron Collider.
Sementara berkeliling kawasan pembuangan sampah eksotis mungkin tidak berada di peringkat tertinggi dalam daftar akomodasi yang Anda harapkan untuk menjadi anak salah satu orang terkaya di dunia, ternyata akomodasi yang diberikan Bill Gates untuk anak-anaknya cukup terbatas.
Bill dan istrinya telah berikrar dalam Giving Pledge pada 2010, bersama Warren Buffet, bahwa mereka telah berjanji untuk paling tidak menyumbangkan setengah dari kekayaan mereka untuk amal. Sejauh ini, 81 milyarder telah menandatangani kesepakatan tersebut.
Orang mungkin bertanya-tanya berapa banyak warisan yang akan diterima belum dewasa Bill Gates nantinya. Berbeda dengan Paris Hilton, belum dewasa Bill Gates hanya akan memiliki, "kebebasan untuk melaksanakan apapun, tetapi tidak dihujani uang yang membuat mereka bisa pergi ke manapun dan tidak melaksanakan apa-apa."
Baiklah, mungkin belum dewasa Bill Gates tidak menjadi seorang miliarder alasannya yakni warisannya, tapi setidaknya mereka akan mempunyai gadget terbaik di dunia mengingat ayah mereka yakni salah satu bapak komputer dunia bukan? Ternyata tidak.
Dalam sebuah wawancara tahun 2013, Bill Gates menguraikan perihal tugasnya sebagai orangtua dan kehidupan sehari-hari keluarganya. Anak-anak Bill mendapat pendidikan menyerupai belum dewasa pada umumnya. Mereka melaksanakan pekerjaan rumah tangga dan mendapat pemberian sederhana, menghadiri gereja pada hari Minggu, melaksanakan perjalanan dengan orang bau tanah mereka, dan mereka harus menunggu hingga berumur 13 tahun sebelum sanggup mempunyai ponsel.
Walau diprotes oleh anak mereka yang paling kecil (Phoebe), Bill dan Melinda telah memutuskan bahwa 13 tahun yakni "usia yang tepat" untuk mempunyai sebuah ponsel, usia yang sama ketika Bill Gates pertama kali berguru membuat jadwal dengan BASIC.
Bill Gates menjalani hidup yang kadang kala bisa sangat mewah, dan ia punya beberapa 'mainan serius' yang untuk sebagian besar orang hanyalah mimpi, tapi ia menghabiskan sebagian besar uangnya untuk orang lain. Entah itu melalui kegiatan amal atau mendanai yayasannya. Sebagian besar pengeluaran Bill yakni untuk orang lain. Bill Gates mungkin lebih kaya dari populasi penduduk di beberapa negara, tapi ia masih menikmati kesenangan sederhana menyerupai orang pada umumnya.
Dan menyerupai petuah bijak orang bau tanah dahulu yang menganjurkan orang untuk banyak berzakat dan jangan takut miskin karenanya, ternyata benar terjadi pada Bill Gates. Setelah mengeluarkan miliaran dollar untuk kegiatan sosial, ia ternyata tidak jatuh miskin. Bahkan berdasarkan Forbes The World's Billionaires 2015 ranking (Real Time), Bill Gates masih menduduki peringkat satu orang terkaya di dunia.