Berikut ini yakni 5 fakta mengejutkan seputar otak bayi yang perlu orangtua ketahui:
1. Sebuah pelukan menciptakan otak bayi menjadi lebih besar
Sebuah pelukan kasih sayang yang diberikan oleh ibu, ternyata terbukti sanggup menciptakan otak bayi menjadi lebih besar ketimbang bayi yang tak mendapatkan banyak pelukan dari ibunya.
Tak hanya itu, penelitian dari Washington University di St. Louis mengamati adanya pertumbuhan pada bab dari otak yang bertanggung jawab pada memori dan modulasi stres, yakni hippocampus.
Selain itu, para peneliti juga menemukan adanya bentuk otak bayi yang lebih besar dan berkembang ketika mendapatkan pelukan dari ibunya. Sayangnya, penelitian tersebut tidak menguji efek pelukan dari sang ayah.
2. Otak bayi lebih aktif dibanding otak Anda
Bayi terlahir dengan neuron-neuron yang jumlahnya mencapai 100 triliun. Selama setahun pertama, neuron-neuron itu akan terhubung satu dengan yang lainnya, sampai mencapai dua kali lipat. Hal itulah yang menjadi dasar si kecil untuk memahami dunia.
Setelah 12 bulan otak bayi akan membesar dua kali lipat dari ukuran semula. Saat itulah, banyak koneksi saraf yang terbentuk. Hanya dengan mengamati dunia di sekitarnya, sudah cukup untuk merangsang otak mudanya.
3. Bayi yakni makhluk pemimpi
Bayi memang menghabiskan setengah waktunya dengan tidur REM (rapid eye movement), yakni tahap di mana mimpi akan lebih mungkin terjadi.
Untungnya, bayi mempunyai kapasitas yang kecil untuk mengalami mimpi buruk. Jika dilihat, bayi tidak mempunyai rasa takut sampai dia berusia dua atau tiga tahun.
4. Ingatannya jauh lebih baik dari asumsi Anda
Pada bayi gres lahir, bab otak yang bertanggung jawab untuk ingatannya sudah mencapai 40 persen dan biasanya bab otak itu akan berkembang penuh ketika dia berusia 18 bulan. Itulah alasan mengapa bayi yang gres lahir akan mengenali bunyi ibunya, serta bunyi lainnya yang sering dia dengar dari rahim.
Pada ketika usia satu bulan, bayi Anda akan ingat kapan saja Anda biasanya memberinya makan dan akan mulai mengharapkan disusui ketika itu. Pada usia 4 bulan, bayi Anda akan sanggup mengenali wajah Anda lebih cepat ketimbang wajah orang lain.
Memori menyerupai inilah yang menjadi alasan, mengapa kita harus menyiapkan kegiatan-kegiatan rutin setiap harinya, yang kelak akan membantu bayi membentuk rutinitas harian. Mandi dan membaca buku sebelum tidur misalnya, akan memicu memori bayi Anda di usia lebih besar.
5. Otak bayi memerhatikan segala sesuatu
Otak bayi selain mempunyai banyak sel otak juga mempunyai jaringan lainnya, yang membuatnya merasa kesulitan untuk menyaring rangsangan.
Orang sampaumur bisa dengan gampang mengeliminasi bunyi-bunyian tak penting menyerupai bunyi televisi atau bunyi orang batuk di kejauhan. Sayangnya, bayi tak punya kemampuan itu. Inilah yang membuatnya sangat gampang terbangun dari tidur.