Christian, ialah seekor singa yang menjadi korban kejahatan pemburu gelap yang kemudian diperdagangkan di blackmarket. Sedangkan nasib ibu atau saudara Christian tidak diketahui, apakah mereka juga ikut tertangkap, mati terbunuh atau sudah terjual. Pada tahun 1969, Anthony Bourke dan John Rendall, dua orang sahabat, terkejut ketika menemukan seekor anak singa berusia 6 bulan di toko binatang Harrods yang sedang kesepian.
Kondisi bayi singa itu sungguh menyedihkan. Si singa kecil dikurung didalam sebuah jeruji yang sangat kecil. Suara parau sang singa kecil menyentuh hati kedua perjaka ini dan kemudian mereka membelinya dan memperlihatkan nama Christian pada bayi singa itu. Mereka bertiga risikonya tinggal disebuah rumah di London.
Mereka pun memperlakukan Christian menyerupai layaknya sahabat. Mereka bermain bola bersama, makan bersama, nonton bersama dan jalan-jalan bersama. Mereka menjadi tiga sosok teman yang tidak terpisahkan.

Sembilan bulan telah berlalu,Christian telah bermetamorfosis menjadi singa cukup umur dan lingkungan rumah mereka yang kecil tidak cocok lagi untuk Christian untuk berlari-lari bebas menyerupai halnya waktu ia kecil dahulu. Ditambah lagi dengan tetangga yang galau dan ketakutan melihat sosok seekor singa jantan besar berlarian dilingkungan mereka.
Walaupun sedih, Anthony dan John memutuskan untuk mengembalikan Christian ke Kenya, Afrika, di bawah pengawasan jago binatang buas untuk mengembalikan sifat alami Christian dari “sahabat manusia” menjadi binatang buas. Jika tidak, Christian tidak akan sanggup bertahan di alam liar.
Meski John dan Anthony ingin menemui Christian, akan tetapi para pakar melarangnya, alasannya ialah dikhawatirkan dengan keahdiran mereka berdua akan menghambat proses pengembalian insting alamiah singa sebagai binatang liar yang bebas dan ganas.
Akhirnya, Christian berhasil menemukan jati dirinya sebagai seekor singa jantan. Ia pun dilepaskan kealam bebas walaupun masih dipantau oleh para ahli. Awalnya, Christian mendapat kesulitan untuk memilih wilayah kekuasaannya dan menciptakan kawanan, alasannya ialah beberapa wilayah tersebut sudah dikuasai oleh singa jantan lainnya dan tentu saja para singa betina sudah dikuasai oleh para singa jantan tersebut. Christian memerlukan kawanan.
Karena seekor singa tidak akan sanggup bertahan tanpa kawanan. Biasanya, dalam satu kawanan sedikitnya terdiri dari 3 ekor singa, satu jantan dua betina. Karena dalam kawanan hanya boleh dipimpin oleh satu singa jantan. Semakin besar lengan berkuasa sang singa jantan tersebut maka akan makin banyak singa betina lainnya yang bergabung dalam kawanan tersebut. Oleh alasannya ialah itu, para singa jantan muda akan keluar dari kelompok mereka kemudian membentuk kelompok sendiri diwilayah lain.
Inilah duduk masalah pertama yang harus dihadapi oleh Christian. Ia harus membentuk kelompok biar sanggup bertahan hidup. Karena, singa tidak akan sanggup berburu jikalau hanya sendirian. Perburuan yang mereka lakukan selalu dalam bentuk kerjasama kelompok yang kompak.
Para singa betina bertugas untuk mengejar dan menciptakan lelah si mangsa, jikalau mangsa sudah lelah maka sang singa jantan akan melaksanakan tindakan final
untuk mengakhiri nyawa si mangsa dengan menggigit leher si mangsa hingga mati atau istilahnya “finishing touch”. Semakin besar jumlah singa dalam satu kawanan, maka semakin besar ukuran mangsa mereka. Seperti badak, gajah, banteng dan lain-lain.
Karena itu, John dan Anthony sangat mencemaskan keadaan Christian. Karena tidak jarang para singa jantan akan mati dalam perkelahian untuk mendapat atau mempertahankan wilayah atau kawanan dengan singa jantan lainnya, atau mati terbunuh oleh mangsa buruan mereka.

Jika singa jantan tidak hati-hati dan menyerang si mangsa tidak sempurna pada waktunya (si mangsa belum kelelahan) maka tak ayal lagi singa jantan akan mati di banting ke kerikil ketika mangsanya memberontak dikala lehernya digigit oleh si singa jantan, diinjak atau bahkan diserang balik oleh sang mangsa.
Akan tetapi, laporan-laporan yang mereka dapatkan dari si pengawas memperlihatkan perkembangan positif yang berhasil dicapai oleh Christian. Christian berhasil mendapat kawanan dan bahkan ia berhasil menjadi ketua kawanan yang dalam jumlah yang besar. Perkembangan Christian ini sedikit melegakan hati John dan Anthony.
Setelah satu tahun lebih mereka berpisah, risikonya John dan Anthony memutuskan untuk mengunjungi Christian di Afrika. Ahli singa dan pengurus hutan lindung di Afrika menyampaikan bahwa Christian sudah hidup bersama singa-singa lainnya dan menjadi liar. Dan pengurus hutan lindung itu juga menyampaikan kalau Christian tidak akan mengenali John Rendall dan Anthony. Mereka semua melarang mereka untuk menemui Christian, Karena singa itu tidak akan mengingat mereka lagi dan tentu saja akan menjadikan janjkematian terhadap mereka berdua.
Anthony dan John tidak perduli. Mereka percaya, ikatan persahabatan yang terjalin diantara mereka bertiga sangat dalam. Christian tidak akan menyerang mereka. Christian niscaya tetap mengingat mereka berdua.Akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat ke hutan Afrika dan mencari Christian. Salah satu orang teman mereka tertarik dengan bencana ini dan ikut bersama mereka untuk merekam pertemuan ini.
Setelah berjam-jam pencarian, risikonya mereka menemukan Christian di akrab kawasan pegunungan. Teman John dan Anthony yang merekam bencana ini menahan nafas tegang ketika ia melihat sesosok singa jantan besar yang berlari menuruni batu-batuan disana dan berlari kearah mereka. Hanya John dan Anthony saja yang bersikap santai dan tersenyum lebar seperti menyambut teman usang mereka.
Sesuai dengan dugaan John dan Anthony, Christian tidak melupakan mereka. Christian terlihat sangat bangga melihat dua wajah insan yang sangat ia cintai itu. Christian bergantian memeluk dan mencium wajah John dan Anthony bertubi-tubi sebagaimana kebiasaannya ketika ia kecil dahulu. Ketiga teman akrab itu risikonya bertemu kembali dan mereka bercengkerama satu sama lainnya selama berjam-jam dan kemudian berpisah lagi.

Disini anda sanggup lihat, singa sang penguasa hutan saja sanggup benar-benar menghargai arti dari persahabatan. Kita sebagai insan terkadang lebih mementingkan diri sendiri dan sering lupa akan arti persahabatan.