Bintang VY Canis Majoris merupakan salah satu bintang terbesar dan paling terang. Kecerlangannya saja 300000 kecerlangan Matahari dan ukurannya juga tak kalah besar, ialah 1420 ukuran matahari. Jika dibandingkan dengan VY Canis Majoris, Matahari hanya sebuah bintang kecil. Dengan ukuran yang luar biasa besar dan hampir sama dengan 13,2 AU, maka kalau VY Canis Majoris ditempatkan di Tata Surya, ia akan melampaui jarak Saturnus! Tak hanya itu, bintang ini juga masih terus mengembang seiring perjalanannya untuk memasuki masa final hidupnya.
Ada yang menarik dari perjalanan VY Canis Majoris menuju kematiannya ketika ia meledak. Para astronom menemukan kalau kehilangan massa yang terjadi pada bintang ini terjadi sebab keberadaan partikel – partikel abu yang besar yang mengelilingi VY Canis Majoris. Kondisi tersebut teramati oleh instrumen SPHERE yang dipasang di Very Large Telescope milik ESO.
Butiran Debu di sekeliling VY Canis Majoris
Bagaimana ini terjadi, menjadi pertanyaan tersendiri untuk dicari jawabannya. Hasil analisa polarisasi memperlihatkan kalau butiran abu yang ada di sekeliling VY Canis Majoris tergolong partikel besar berukuran 0,5 mikrometer. Bagi kita, ukuran 0,5 mikrometer tentunya sangat kecil. Tapi butiran abu dengan ukuran ini bergotong-royong 50 kali lebih besar dibanding abu yang umumnya ditemukan di ruang antarbintang.
Apa pentingnya ukuran abu tersebut?
Ketika bintang-bintang masif mengembang, mereka akan melepaskan sejumlah materi. Untuk bintang maharaksasa merah VY Canis Majoris, setiap tahunnya, bintang yang satu ini melepaskan setidaknya bahan sebesar 30 massa Bumi dari permukaannya. Materi berupa gas dan abu tersebut didorong ke luar sebelum bintang kemudian meledak. Ketika bintang meledak, sebagian abu hancur dan sebagian lain dilontarkan ke ruang antar bintang. Pada akhirnya, gas dan abu yang dilepaskan beserta elemen berat yang terbentuk selama terjadinya ledakan bintang digunakan kembali oleh bintang generasi selanjutnya. Materi sisa ledakan supernova digunakan kembali untuk pembentukan bintang gres maupun untuk bahan pembentukan planet dari bintang generasi gres tersebut.
Bagaimana bahan pada lapisan teratas atmosfer bintang raksasa sanggup lepas sebelum terjdinya ledakan masih merupakan misteri yang tak terpecahkan bagi para astronom. Para astronom mengira bahwa lepasnya bahan terjadi sebab tekanan radiasi, gaya yang memobilisasi cahaya bintang. Akan tetapi, tekanan ini sangat lemah dah sangat bergantung pada ukuran butiran debu.
Partikel abu harus cukup besar biar sanggup didorong oleh cahaya bintang. Jika ukuran partikel abu terlalu kecil, cahaya bintang akan dengan gampang melewatinya dan kalau terlalu besar maka partikel abu akan terlalu berat untuk didorong. Debu yang dilihat para astronom di sekeliling VY Canis Majoris, mempunyai ukuran yang sempurna sehingga sanggup didorong ke luar oleh cahaya bintang. dan akhirnya, teori yang dibangun selama bertahun-tahun terkait bagaimana bintang masif di penghujung hidupnya melontarkan bahan ke luar sanggup diamati secara langsung. Dan SPHERE memungkinkan para pengamat untuk menemukan partikel abu yang besar di sekeliling bintang maha raksasa.
Partikel abu yang teramati cukup besar sehingga sanggup didorong oleh tekanan radiasi bintang yang sangat intens. Akibatnya terjadi kehilangan massa yang besar dan cepat pada bintang masif. Keberadaan partikel abu yang besar di bersahabat bintang juga mengindikasikan awan sanggup dengan efektif menyebar cahaya tampak dari bintang dan didorong oleh tekanan radiasi bintang. Ukuran abu yang besar juga mengindikasikan bahwa mereka sanggup selamat dari radiasi yang dihasilkan oleh VY Canis Majoris ketika bintang ini meledak.
Pada akhirnya, partikel abu yang selamat dari ledakan akan mengisi ruang antar bintang dan menjadi bumbu dasar bagi bintang generasi gres dan juga planet-planet yang terbentuk kemudian.