BREAKING NEWS

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Monday, November 30, 2015

Wow, Perempuan Ini Miliki 10 Kepribadian, Beberapa Di Antaranya Buta



Kemampuan mata untuk melihat sepenuhnya ditentukan oleh otak. Tapi sebuah kasus langka mengambarkan meskipun otak dan sistem penglihatan seseorang dinyatakan sehat, yang bersangkutan ternyata masih bisa buta.

Bagaimana ceritanya? Baru-baru ini tim peneliti dari Ludwig Maximilian University, Munich melaporkan sebuah kasus unik yang mereka temukan dari seorang pasien wanita.

Awalnya pasien yang hanya diketahui berinisial BT ini didiagnosis dengan ‘cortical blindness’. Namun alasannya yakni tidak ditemukan kerusakan fisik pada kedua matanya, maka dokter berkesimpulan gangguan penglihatannya kemungkinan dipicu oleh kerusakan otak.

Kebetulan dikala BT berumur 20 tahun, ia pernah terlibat kecelakaan. 13 Tahun kemudian, BT dirujuk ke seorang psikoterapis, dan di situ ditemukan fakta bahwa ia mempunyai kepribadian ganda atau dalam istilah medis disebut sebagai ‘dissociative identity disorder’ (DID). Dari catatan sang psikoterapis, BT mempunyai 10 kepribadian yang saling berebut menguasai dirinya.

Hanya saja dikala itu belum ditemukan adanya keterkaitan antara kedua kondisi tersebut. Hingga alhasil di tahun keempat pengobatan, BT mengaku bisa melihat kata di sebuah sampul majalah. Saat itu BT sedang dikuasai oleh ‘kepribadian’ seorang cukup umur laki-laki.

Bahkan, ibarat yang dikutip dari detik.com, dalam jurnal disebutkan, penglihatan perempuan ini ‘timbul tenggelam’ dalam hitungan detik, tergantung pada kepribadian mana yang sedang menguasai dirinya. Untungnya, sesudah terapi berlangsung beberapa lama, 8 dari 10 kepribadian yang dimiliki perempuan berumur 37 tahun ini tak lagi mengalami kebutaan.

Dari situ peneliti yang juga psikolog, Hans Strasburger dan Bruno Waldvogel meyakini kalau kebutaan yang dialami BT bukan diakibatkan kerusakan otak, melainkan gangguan psikis. Utamanya sebagai respons emosional terhadap kecelakaan yang dialaminya semasa muda.

Mereka juga memastikannya dengan memakai electroencephalogram (EEG) untuk mengukur respons otak BT terhadap rangsangan visual. Ternyata meskipun pasien mengalami kebutaan, otaknya tidak sanggup merespons rangsangan tersebut. Akan tetapi ketika penglihatannya sedang kembali, respons otaknya tampak normal-normal saja.

“Dalam situasi-situasi yang sangat memicu emosi intens, pasien terkadang berharap menjadi buta atau tidak butuh melihat, sehingga penglihatannya ibarat hilang begitu saja,” jelas Strasburger kepada Braindecodera.





Sumber:
 
Copyright © 2014 All about wedding

Powered by Themes24x7