Perlu diketahui bahwa sebutan hacker yang sering kita gunakan bahwasanya ialah sebutan untuk white hat hacker, yaitu orang-orang yang mencari celah keamanan dalam sistem dan memperlihatkan solusi penanganan dengan tujuan baik. Namun alasannya ialah persepsi salah akan kata 'hacker' sudah sangat dipercaya banyak orang maka kata hacker di sini lebih mengarah ke black hat hacker atau yang seharusnya disebut cracker.
Seberapa jauh akan Anda lakukan demi mendapat kendaraan beroda empat keinginan atau rumah impian? Bagaimana demi memenangkan undian berhadiah di sebuah radio? Mungkin Anda harus terus mencoba keberuntungan Anda, kecuali bila Anda ialah Kevin Poulson. Pada dikala aksinya, Kevin Poulsen hanyalah seorang seorang cukup umur berumur 20 tahun yang populer dengan nama Dark Dante di dunia internet black hat hacker.
Sebagai seorang hacker, Poulson melaksanakan tindakan kriminal dengan menyusup masuk ke dalam sistem undian berhadiah pada sebuah agenda stasiun radio demi mendapat sebuah kendaraan beroda empat Porsche. Menjadi buronan federal selama 17 bulan sebelum balasannya Poulson berhasil tertangkap. Setelah menjalani masa hukumannya, dikala ini Poulsen bekerja sebagai Senior Editor di sebuah perusahaan teknologi populer berjulukan Wired.
Apakah Anda merasa internet banking yang ada dikala ini sudah terjamin keamanannya? Bila Anda mengenal orang ini, mungkin sudah saatnya Anda lebih ekstra hati-hati bila melaksanakan transaksi online. Selama 2 tahun, Albert Gonzales telah berhasil mencuri beberapa kartu kredit dari banyak orang. Tindakan kriminal yang dilakukannya tercatat sebagai pencurian kartu kredit terbesar dalam sejarah insan dan menciptakan namanya sebagai black hat hacker yang terkenal.
Gonzales diketahui telah mencuri setidaknya sebanyak 170 juta kartu kredit termasuk nomor ATM. Hacking yang ia lakukan, dilakukan dengan cara menginstall sebuah agenda sniffing pada jaringan komputer. Ketika ditangkap, Gonzales dieksekusi penjara selama 20 tahun kurungan di penjara federal.
Selalu memakai setelan Armani, berumur kira-kira 40 tahun kemudian muncul di layar komputer Anda dengan senyuman di wajahnya, pastilah Anda tidak menduga bahwa orang tersebut ialah seorang penjahat di dunia kriminal. Kevin David Mitnick, demikianlah nama lengkap laki-laki ini. Dulunya Mitnick dikenal sebagai hacker yang populer di US, dikala ini ia sudah menjadi seorang entrepreneur yang kaya raya.
Saat ini Kevin bekerja sebagai konsultan kemanan yang pada dahulunya diketahui telah me-hack Nokia, Motorola, bahkan Pentagon. Mitnick mengaku bersalah atas tindakannya menyerupai peniuan jaringan, penipuan komputer, dan secara ilegal melaksanakan intersepsi pada jaringan komunikasi.
Dikenal sebagai cukup umur pertama yang dieksekusi alasannya ialah melaksanakan kejahatan di dunia maya dikala ia berumur 16 tahun. Terkenal di internet dengan nama c0mrade, James merupakan orang yang telah berhasil me-hack Departemen Defense Threat Reduction Agency of US. Setelah itu ia menginstal agenda sniffing yang digunakannya untuk mengintip pesan-pesan yang yang dikirim antar pegawai. Tidak hanya mengintip pesan, James juga diketahui mencuri username dan password para pegawai serta hingga program-program penting juga ia curi. Semua tindakan James mengakibatkan NASA harus mematikan sistem mereka secara penuh dan membayar sebesar 41.000 USD yang sudah cukup besar pada dikala itu.
Ketika melaksanakan sebuah interview pada PBS, James mengaku bahwa ia melaksanakan tindakannya itu hanya untuk sekedar iseng. Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya bahagia akan tantangan gres untuk menguji sejauh mana kemampuannya. Akibat tindakannya tersebut, James seharusnya mendapat sanksi setidaknya 10 tahun kurungan namun alasannya ialah masih cukup umur ia hanya dieksekusi 6 bulan kurungan tanpa boleh memakai komputer. Sekarang ini James bekerja di sebuah kantor keamanan komputer.
Astra ialah nama samaran untuk seorang hacker populer asal Yunani yang walaupun insidennya cukup terkenal, namun hingga kini tidak diketahui secara publik bagaimana bahwasanya sosok orang di balik nama samara tersebut. Astra melaksanakan kejahatan hack dengan menyusup ke sistem komputer yang dimiliki oleh Perancis berjulukan Dassault Group. Tidak hanya sekedar menyusup, Astra juga diketahui mencuri data wacana teknologi senjata yang telah dikembang oleh Perancis selama 5 tahun. Yang mengerikannya lagi ialah data hasil curian itu kemudian dijual oleh Astra ke beberapa negara lain.
Karena tindakan Astra ini, Dassault Group mengalami kerugian yang tidak sedikit yaitu lebih dari 360 juta USD atau sekitar 4,9 Triliun Rupiah. Identitas orisinil Astra tidak pernah dipublikasikan ke publik namun pihak berwajib menyampaikan bahwa ketika Astra ditangkap pada tahun 2008, Astra ialah spesialis matematika berumur 58 tahun.
Menargetkan aksinya pada 2 kubu negara yang mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi yaitu USA dan Korea Utara. Apa yang dilakukan oleh Bevan beserta temannya Pryce sanggup mengakibatkan isu yang tidak baik antara kedua belah negara tersebut.
Mereka berdua bertujuan untuk me-hack komputer militer US dan menggunakannya untuk menyusup ke sistem milik Korea Utara yang dokumen pentingnya akan disusupkan ke dalam sistem USAF (United States Air Force). Hal ini dilakukan dengan harapan Korea Utara akan menuduh militer US telah melaksanakan tindakan pengintaian dan memungkinkan terjadinya Perang Dunia III.
Untungnya saja, ternyata agresi hack tersebut malah mengarah ke dokumen-dokumen Korea Selatan jadi hal tersebut tidak menjadi dilema besar. Pada balasannya Matthew Bevan dan Richard Pryce dibebaskan. Tapi kalau agresi hack mereka berjalan sesuai rencana maka mungkin kita sudah menyaksikan Perang Dunia III.
Ketika Adrian Lamo menemukan potensi yang dimilikinya, Lamo kemudian memutuskan untuk beralih pekerjaan menjadi seorang hacker. Nama Adrian Lamo masuk ke dalam gosip alasannya ialah aksinya yang telah me-hack aneka macam perusahaan teknologi raksasa menyerupai Yahoo, Google, Microsoft, dan juga New York Times.
Hanya dari ulahnya yang membobol sistem keamanan milik New York Times, Lamo diharuskan membayar denda sebesar 65.000 USD atau sekitar 919 Juta Rupiah. Lamo dikenakan sanksi 6 bulan tahanan rumah dan 2 tahun bebas bersyarat yang dimana masa hukumannya tersebut telah berakhir pada 16 Januari 2007. Semua agresi kriminalnya sebagai black hat hacker tersebut berhasil membuatnya dirinya populer dan mendapat pekerjaan sebagai American Threat Analyst. Selain itu Lamo juga bekerja sebagai jurnalis serta public speaker.
Seorang hebat jailbreak yang sangat terkenal, George Hotz. Anda para gamer mungkin pernah mendengar namanya. Hal ini alasannya ialah pada masa PlayStation 3 dirumorkan tidak sanggup diretas, George Hotz malah berhasil meretasnya menciptakan semua orang bisa memainkan game bajakan. Namanya kini akan selalu dikenal berkat aksinya me-hack Sony, melaksanakan jailbreak pada produk Apple, dan juga melaksanakan root pada produk milik Samsung.
Dikenal dengan sebutan geohot, Hotz merupakan orang pertama yang berhasil melaksanakan jailbreak pada salah satu produk buatan Sony yaitu PlayStation 3. Akibat tindakannya tersebut, Sony melayangkan sejumlah tuntutan terhadap Hotz. Setelah melalui proses aturan yang cukup panjang, Sony dan Hotz balasannya setuju menuntaskan dilema yang terjadi diantara mereka tanpa melalui jalur aturan dengan perjanjian bahwa Hotz tidak akan mengulangi tindakannya yang dilakukan terhadap Sony.
Pada simpulan bulan April 2011, sekelompok black hat hacker tidak dikenal membobol sistem keamanan Sony dan mencuri lebih dari 77 juta data informasi penggunanya. Hotz membantah bahwa tindakan itu dilakukan oleh dirinya. Hotz mengatakan, mencari tahu kelemahan dari suatu sistem itu menyenangkan dan keren, tapi me-hack server dan mencuri informasi penggunanya itu merupakan hal yang tidak keren alias not cool.
Pada tahun 1988, ada seorang mahasiswa dari Cornell University yang juga merupakan mahasiswa dengan gelar ganda dari Harvard University, memutuskan untuk memanfaatkan pengetahuan yang dimilikinya untuk menguji seberapa luas dunia internet. Mahasiswa ini berjulukan Robert Tappan Morris. Morris memutuskan untuk menciptakan sebuah virus worm yang dipakai untuk mengacau dunia internet dan siapa sangka bahwa virus tersebut benar-benar behasil. Virus worm yang diciptakannya ini berhasil menginfeksi 6.000 mesin UNIX, mengakibatkan semua mesin UNIX tersebut dimatikan dan kerugian sebesar jutaan dolar Amerika.
Hasil perbuataanya tersebut menciptakan Morris ditangkap, didenda, dan dijatuhi sanksi 3 tahun masa percobaan serta harus melaksanakan aneka macam pelayanan publik. Teknologi yang dipakai untuk menciptakan vrus worm itu kini dipajang di Boston Museum of Science menciptakan nama Robert Tappan Morris sebagai hacker cukup dikenal. Morris sendiri dikala ini telah bekerja sebagai profesor di Massachusetts Institute of Technology.
Ini ia black hat hacker paling dikenal alasannya ialah insidennya me-hack organisasi populer NASA. Gary Mckinnon ialah seorang anak yang mempunyai tingkat ingin tau sangat tinggi dan punya rasa ketertarikan tinggi terhadap UFO. Karena rasa ingin tahunya yang besar akan UFO, Mckinnon berpikir bahwa informasi wacana UFO sanggup diketahui bila ia bisa mendapat terusan informasi milik NASA. Ia kemudian menyusup ke dalam 97 basis militer US dan termasuk komputer NASA, menginstal virus, dan menghapus beberapa file penting di dalamnya.
Singkat cerita, Mckinnon berhasil ditangkap dan dinyatakan bersalah alasannya ialah dirinya kedapatan menghack situs militer dan NASA dari rumah kekasihnya yang berada di London. Pada November 2002 Mckinnon didakwa bersalah oleh juri federal.
7 tindakan kriminal dunia maya yang dilakukannya ini sanggup membuatnya ditahan selama 70 tahun penjara di US. Namun selama 3 tahun tepatnya hingga Juni 2005, Mckinnon tetap tinggal di UK alasannya ialah UK tidak memperbolehkan Amerika untuk mengekstradisi warganya ke Amerika. Selama di UK, Mckinnon dijadikan materi subjek pembelajaran dan diwajibkan untuk lapor ke pihak berwajib setiap siang hari. Di malam hari Mckinnon diharuskan menjadi tahanan rumah. Setelah aneka macam banding untuk ekstradisi, permintaan ekstradisi US balasannya ditolak di tahun 2012 dengan alasan melanggar hak asasi insan Gary Mckinnon.