BREAKING NEWS

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Saturday, December 19, 2015

10 Kota Hantu Di Dunia



Kota merupakan tempat pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan mempunyai banyak sekali kemudahan untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Kota dibedakan secara kontras dari desa ataupun kampung menurut ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum.

Beberapa kota di dunia ditinggalkan oleh penduduknya alasannya yaitu suatu alasan tertentu. Sebagaimana tempat yang tidak berpenghuni niscaya lambat laun akan mengalami kehancuran, dan terkadang puing-puing sisa dari kota yang ditinggalkan akan sekilas nampak ibarat kota hantu, tapi dibalik sebutan kota hantu tersebut popularitasnya sebagai tempat wisata atau tempat pembuatan syuting film pun akan meningkat. Langsung saja inilah beberapa kota hantu di dunia.

Gunkanjima (Jepang)

Kita mulai dari salah satu pulau di Jepang. Pulau Hashima lebih dikenal dengan nama pulau Gunkanjima (pulau kapal perang) yaitu salah satu dari 505 pulau tak berpenghuni di Prefektur Nagasaki, sekitar 15 kilometer dari kota Nagasaki. Pulau ini berpenghuni antara tahun 1887 hingga 1974 sebagai kemudahan penambangan kerikil bara. Pada tahun 1890 perusahaan Mitsubishi membeli pulau tersebut dan memulai proyek untuk mendapat kerikil bara dari dasar bahari di sekitar pulau tersebut. Pada tahun 1916 mereka membangun beton besar yang pertama di pulau tersebut, sebuah blok apartemen dibangun untuk para pekerja dan juga berfungsi untuk melindungi mereka dari angin topan.




Jumlah penduduk pulau ini membengkak pada tahun 1959. Kepadatan penduduk waktu itu mencapai 835 orang per hektare untuk keseluruhan pulau (1.391 per hektare untuk daerah sentra pemukiman), sebuah populasi penduduk terpadat yang pernah terjadi di seluruh dunia. Ketika minyak bumi menggantikan batubara tahun 1960, tambang kerikil bara mulai ditutup, tidak terkecuali di Gunkan Jima. Pada tahun 1974, Mitsubishi secara resmi mengumumkan penutupan tambang tersebut, dan balasannya mengosongkan pulau tersebut. Pada tahun 2003 pulau ini diambil sebagai setting film Battle Royale II: Requiem dan mengilhami sebuah permainan terkenal killer7. Pulau ini juga digunakan sebagai latar tempat dalam permainan video Forbidden Siren 2 dengan perubahan nama dan desain tempat.

Craco (Italia)


Craco terletak di daerah Basilicata dan provinsi Matera sekitar 25 mil dari teluk Taranto. Kota pertengahan ini mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta flora pertanian lainnya. Ditahun 1060 ketika kepemilikan lahan Craco dimiliki oleh uskup Arnaldo pimpinan keuskupan Tricarico. Hubungan yang berjalan usang dengan gereja membawa imbas yang banyak kepada seluruh penduduk. Pada tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, waktu itu mereka banyak dilanda permasalahan sosial dan kemiskinan yang banyak menciptakan mereka putus asa, antara tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Kondisi pertanian yang jelek ditambah dengan musibah gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menimbulkan mereka bermigrasi massal.




Antara tahun 1959 dan 1972 Craco kembali diguncang gempa dan tanah longsor. Pada tahun 1963 sisa penduduk sekitar 1300 orang balasannya dipindahkan ke suatu lembah akrab Craco Peschiera, dan hingga kini Craco yang orisinil masih tertinggal dalam keadaan hancur dan menyisakan kebusukan sisa-sisa peninggalan penduduknya. Karena lanskap yang unik dan khusus dari daerah Craco ini telah memikat beberapa sutradara film untuk menimbulkan daerah mati ini menjadi setting filmnya, ibarat The Passion of the Christ oleh Mel Gibson, Quantum of Solace oleh Marc Forster, The Nativity Story oleh Catherine Hardwicke.

Kolmanskop (Namibia)

Kolmanskop yaitu kota hantu di sebelah selatan Namibia beberapa kilometer kepedalaman dari pelabuhan Luderitz. Pada tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapat kekayaan dengan mudah. Dalam dua tahun terciptalah sebuah kota lengkap dengan segala prasarananya ibarat kasino, sekolah, rumah sakit, juga dengan bangunan tempat tinggal yang pribadi yang berdiri di lahan yang dulunya tandus dan merupakan padang pasir luas. Namun setelah adanya Perang Dunia I, Harga Berlian menurun dratis. Sehingga mulai tahun 1950-an kota itu kosong dan tak berpenghuni lagi hingga sekarang. Segera setelah nilai berlian runtuh dan taman-taman serta jalan-jalan terkubur oleh pasir. Pintu dan jendela berderit pada engselnya. Kaca jendela banyak yang retak. Sebuah kota mati gres telah lahir. Beberapa bangunan bau tanah masih berdiri dan beberapa interior ibarat teater masih dalam kondisi terawat baik. Tetapi yang lainnya telah runtuh. Kembali dari kemegahan menjadi rumah hantu.

Prypiat (Ukraina)


Prypiat yaitu kota mati yang terletak di akrab Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, Oblast Kiev, Ukraina cuilan utara, tidak jauh dari perbatasan dengan Belarus. Pripyat didirikan pada tahun 1970 sebagai tempat tinggal bagi karyawan PLTN Chernobyl. Kota ini diresmikan pada tahun 1979, tetapi ditinggalkan penghuninya pada tahun 1986 pasca tragedi Chernobyl. Sebelum terjadinya tragedi Chermobyl kota itu di huni sekitar 50.000 penduduk. Sampai ketika ini kota ini nyaris lumpuh total. Semua bangunan termasuk kertas, Tv, Mainan di tinggalkan begitu saja. Warga hanya di ijinkan untuk membawa satu tas dokumen yang belum terkotori dengan radiasi nuklir. Beberapa tahun yang kemudian sempat terjadi penjarahan besar-besaran di kota yang tak berpenghuni itu. Semua barang di jarah selama bertahun-tahun. Atap bangunan bocor dimana-mana dan banyak pohon yang tumbuh di dalam bangunan yang sudah tidak terawat.

San Zhi (Taiwan)


Kota Shan Zhi pada awalnya dibangun untuk orang-orang kaya di Taiwan cuilan utara. Namun setelah banyaknya kejadian kecelakaan fatal selama pembangunannya ditambah dengan kurangnya biaya maka proyek tersebut tidak boleh pembangunannya. Rumor di tempat ini yaitu banyaknya hantu dari orang-orang yang meninggal akhir pekerjaan proyek tersebut sehingga tempat ini dikatakan kota hantu.

Oradour-Sur-Glane (France)


Kengerian Perang Dunia II di desa kecil Oradour-sur-Glane, Perancis, yaitu dongeng horor yang tidak sanggup dijelaskan dengan kata-kata. Selama Perang Dunia II, 642 penduduk dibantai oleh tentara Jerman sebagai eksekusi untuk Perlawanan Perancis. Jerman awalnya berniat ke akrab target di Oradour-sur-Vayres dan secara sembarangan menyerbu Oradour-sur-Glane pada 10 Juni 1944. Menurut laporan yang selamat, orang-orang itu digiring ke lumbung di mana mereka ditembak di kaki sehingga mereka akan mati secara perlahan. Para perempuan dan anak-anak, yang sedang berada di gereja, semua binasa ketika perjuangan mereka untuk melarikan diri disambut oleh tembakan senapan mesin. Desa itu dihancurkan oleh Jerman sesudahnya. Reruntuhannya masih berdiri ketika ini sebagai peringatan kepada orang mati dan pengingat kejadian yang terjadi.

Kadykchan (Rusia)


Kadykchan yaitu salah satu dari banyak kota Rusia kecil yang jatuh ke dalam keruntuhan ketika Uni Soviet runtuh. Warga terpaksa pindah untuk mendapat susukan layanan ibarat air mengalir, sekolah dan perawatan medis. Negara memindahkan mereka keluar selama dua minggu, dan mereka dibawa ke kota-kota lain dan dilengkapi dengan perumahan baru. Setelah sebuah kota pertambangan timah dari 12.000 orang, kota ini kini sepi. warga meninggalkan barang-barang mereka di belakang di rumah mereka, sehingga Anda kini sanggup menemukan mainan, buku, pakaian dan benda-benda lainnya.

Kowloon Walled City (China)



Sebuah kota tanpa aturan The Kowloon Walled City terletak di luar Hong Kong, China selama pemerintahan Inggris. Seorang mantan watchpost melindungi daerah tersebut yang diduduki oleh Jepang selama Perang Dunia II dan kemudian diambil alih oleh penghuni liar setelah Jepang menyerah. Baik Inggris maupun China ingin bertanggung jawab untuk itu, sehingga menjadi kota tanpa aturan sendiri. Populasinya berkembang selama beberapa dekade, penduduknya membangun koridor labirin di atas permukaan jalan, yang disumbat dengan sampah. Bangunan berdiri sangat tinggi, sehingga matahari tidak sanggup mencapai tingkat bawah dan seluruh kota harus diterangi dengan lampu neon. Itu yaitu tempat di mana rumah pelacuran, kasino, sarang opium, kokain, tempat makan yang menyajikan daging anjing dan pabrik-pabrik diam-diam berjalan tanpa gangguan oleh otoritas. Itu balasannya diruntuhkan pada tahun 1993 setelah keputusan bersama dibentuk oleh Inggris dan otoritas Cina.

Famagusta (Syprus)



Famagusta merupakan sebuah kota yang terletak di cuilan utara Siprus dan Republik Turki Siprus Utara. Kota ini merupakan ibu kota Distrik Famagusta. Selama tiga dekade terakhir, telah meninggalkan sebagai kota hantu. Pada 1970-an, kota ini manjadi tujuan wisata di Siprus. Untuk melayani peningkatan jumlah wisatawan, banyak bangunan gres bertingkat tinggi dan hotel dibangun.Ketika tentara Turki menguasai daerah tersebut selama perang, mereka berpagar itu dan telah semenjak menolak pengukuhan kepada siapa pun kecuali militer Turki dan personel PBB. Rencana Annan telah disediakan untuk kembalinya Varosha untuk mengontrol Siprus Yunani, tetapi ini tidak pernah terjadi, alasannya yaitu rencana itu ditolak oleh para pemilih Siprus Yunani.

Agdam (Azerbaijan)



Agdam yaitu kota di Azerbaijan yang populasi penduduknya mencapai 150.000 orang. Namun kemudian hilang setelah pada tahun 1993 sepanjang perang Nagorno-Karabakh. Walaupun kota ini tidak secara langsung menjadi basis peperangan, namun kota ini tetap mendapat imbas dari perang tersebut, dengan menjadi korban dari perilaku Armenia yang merusak kota tersebut. Bangunan-bangunan dirusak dan balasannya ditinggalkan penghuninya, hanya menyisakan masjid-masjid yang masih utuh berdiri. Penduduk Agdam sendiri sudah berpindah ke area lain, ibarat ke Iran.





Sumber:
 
Copyright © 2014 All about wedding

Powered by Themes24x7