BREAKING NEWS

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Monday, December 21, 2015

Mengapa Rotasi Bumi Melambat?


Pada 1942, pasukan Sekutu berniat mendaratkan ribuan personel pasukannya di sepanjang pantai utara Benua Afrika untuk menghajar pasukan Blok Poros. Seorang peneliti muda menghitung, risiko pendaratan kelewat besar karena pada animo tertentu gelombangnya sangat tinggi.


Peneliti muda itu, Walter Munk, mendatangi salah satu komandan Sekutu dan memberikan hasil penghitungannya. Tapi siapa yang menganggap penting pendapat seorang peneliti “kemarin sore”. Peringatan Walter Munk hanya ditanggapi sambil lalu. “Mereka niscaya sudah memperhitungkannya,” kata sang komandan kepada Munk, kini 91 tahun, menyerupai dikutip New York Times.


Yakin perhitungannya tak meleset, Munk minta pinjaman bosnya di Scripps Institution of Oceanography. Mereka berdua menghitung lebih teliti kapan waktu paling sempurna bagi kapal-kapal Sekutu merapat di pantai utara Afrika. Berkat penghitungan Munk, ribuan personel pasukan Sekutu sanggup mendarat dikala gelombang relatif anteng.


Sejak hari itu, menyerupai yang dikutip dari detik.com, penghitungan Munk untuk meramal tinggi gelombang bahari jadi bab penting dari operasi pendaratan pasukan, termasuk dalam operasi pendaratan besar-besaran di Normandia, Prancis. Berpuluh tahun mempelajari lautan, di kalangan peneliti oseanografi, Walter Munk sering disebut sebagai “Albert Einstein di Laut”.


Sepanjang 1950-an, Munk meneliti perubahan di atmosfer, kerak bumi, dan gelombang bahari serta pengaruhnya terhadap rotasi bumi. Dia curiga ada yang gila dalam contoh rotasi bumi. Dia menduga, perubahan tinggi muka bahari akan mempengaruhi kecepatan rotasi bumi. Tapi Munk tak pernah berhasil membuktikannya.


Kini hipotesis Walter Munk gres terbukti. Menurut Mathieu Dumberry, profesor fisika dari Universitas Alberta, Kanada, Walter Munk menciptakan sejumlah kekeliruan dalam model matematikanya. Perkiraan Munk soal perubahan tinggi muka air bahari terlalu besar. Model matematika Munk untuk menghitung perubahan muka bahari semenjak zaman es juga kurang pas.


Tapi kekeliruan paling besar Walter Munk ialah tidak memperhitungkan efek gerak inti dan kerak bumi terhadap kecepatan rotasi bumi. Inti bumi bergerak ke arah timur, sementara kerak bumi bergerak ke arah berlawanan. “Selama 3.000 tahun, gerak inti bumi sedikit bertambah cepat, sementara gerak kerak bumi sedikit melambat,” kata Mathieu kepada PopularMechanics.


Model matematika Walter Munk memang keliru, tapi hipotesisnya terbukti akurat. Mathieu bersama Jerry Mitrovica, profesor geofisika dari Universitas Harvard, telah membuktikannya. Jika permukaan bahari makin tinggi, rotasi bumi bakal melambat dan hari makin panjang.


Mencairnya es di tempat sekitar kutub akan mengalirkan massa air dalam jumlah sangat besar di sepanjang ekuator. Tambahan berat di wilayah ekuator inilah, berdasarkan Jerry, yang menciptakan rotasi bumi sedikit melambat. “Efeknya menyerupai peselancar yang membuatkan kedua tangannya,” kata Jerry kepada Washington Post. Ditambah efek gravitasi bulan plus melambatnya gerakan kerak bumi, jadilah hari makin panjang.


Es di Kutub Utara/US Navy

Menurut taksiran Panel Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim (IPCC), semenjak 1993 rata-rata permukaan bahari naik 3 milimeter setiap tahun. Jerry dan kawan-kawannya menghitung, rotasi bumi melambat 16 ribu detik atau hampir 4,5 jam semenjak tahun 500 sebelum Masehi. “Lama hari kini lebih panjang satu milidetik dari seabad lalu, tapi bakal makin panjang melihat permukaan bahari tambah tinggi,” kata Jerry.





Sumber:
 
Copyright © 2014 All about wedding

Powered by Themes24x7