Jason Padgett Menjadi Jenius Setelah Dipukul

Dua laki-laki menyerangnya dari belakang. Pukulan di bab belakang kepalanya membuatnya tak sadarkan diri. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, dirawat alasannya yaitu mengalami lebam. Namun, ia dibolehkan pulang di malam yang sama. Pagi berikutnya Jason bangkit dan menemukan daya penglihatannya berubah. Ia bisa melihat hal-hal detil yang sebelumnya lolos. Saat menyalakan keran di kamar mandi, ia melihat garis tegak lurus yang tergambar dari air yang mengalir. "Awalnya saya merasa heran dan khawatir. Namun, apa yang kulihat sedemikian cantik, saya berdiri kagum menatapnya," kata dia. Jason Padgett kemudian berhenti kerja dan menghabiskan waktu berguru matematika dan fisika, fokus pada fraktal contoh berulang dalam geometris.
Ia yang awalnya tak punya talenta seni, mulai menggambar fraktal dalam detail yang ekstrem. Kadang-kadang perlu beberapa ahad untuk melakukannya. Namun, kecenderungan barunya itu juga membawa dampak buruk. Sejak itu Jason tak pernah keluar, menjadi tertutup, dan mulai menghabiskan lebih banyak waktu di rumah -- menutup jendela dengan selimut dan menolak dikunjungi orang. Ia juga menjadi terobsesi dengan kuman, mencuci tangannya kuat-kuat hingga merah. Jason juga tak akan memeluk putrinya sendiri jikalau buah hatinya itu tak mencuci tangan dengan benar. Jason mengira, ia mulai gila. Sampai suatu hari ia melihat film dokumenter BBC perihal Daniel Tammet, seorang autis dengan savant syndrome -- suatu kondisi langka di mana orang dengan gangguan perkembangan saraf, gangguan autisme terutama spektrum atau cedera otak, menawarkan kapasitas yang mendalam dan luar biasa atau kemampuan jauh melebihi dari apa yang akan dianggap normal.
"Ini dia, ini yang terjadi padaku. Ya Tuhan, orang lain sanggup melihat apa yang saya lihat!" demikian pikir beliau ketika itu. Setelah melihat dokumenter tersebut, ia memutuskan untuk menghubungi Dr Darold Treffert, mahir savantisme, yang kemudian mendiagnosis beliau dengan 'acquired savant syndrome'. Saat ini hanya ada sekitar 40 orang di dunia yang didiagnosa dengan sindrom -- di mana orang terlihat lebih cerdas sehabis mengalami cedera otak. Jason makin memahami kondisinya sehabis pergi ke Finlandia untuk diperiksa Dr Berit Brogaard. Menggunakan fMRI untuk memindai otak Jason, Dr Brogaard menemukan bahwa sisi kiri pasiennya lebih aktif, khususnya di lobus parietal di mana kemampuan matematika berada. Diduga, sehabis mengalami cedera, neurotransmiter membanjiri sisi kiri otak Jason dan balasannya mengubah struktur, membuatnya menjadi sangat istimewa. Jason memutuskan untuk menerapkan kapasitas otak barunya dengan mendaftar di perguruan tinggi tinggi. Kini, pada usia 43 tahun, ia yakin setiap orang punya potensi jenius yang belum terungkap. "Saya yaitu bukti hidup bahwa ada kekuatan (pikiran) yang terkubur dalam diri kita semua," kata dia. "Jika bisa terjadi kepada saya, itu bisa terjadi pada siapa saja."
Tony Cicoria Jago Main Piano Setelah Tersambar Petir
Seorang dokter bedah tulang memutuskan menelepon ibunya dari sebuah telepon umum ketika langit berawan dan petir mulai menyambar. Secara mendadak, adegan ala film kartun terjadi. Tony Cicoria terkena sengatan petir yang menyambar telepon tersebut. Setelah sempat mati suri beberapa saat, Tony mencicipi tanda-tanda normal yang kerap dialami oleh orang yang gres saja terkena listrik tegangan tinggi ibarat lemas dan kehilangan ingatan. Namun keluhan tersebut hilang sehabis beberapa minggu.
Keluhan Tony satu-satunya yaitu secara tiba-tiba beliau mulai mendengar dentingan piano didalam kepalanya, Dia juga mulai tertarik pada piano. Padahal sebelumnya Tony yaitu seorang pencinta musikrock! Hebatnya lagi, Tony secara mendadak jenius, ia bisa memainkan apapun yang didengarnya lewat piano. Tony balasannya mengeluarkan karya musiknya yang diberi nama “Lightning Sonata” (Irama Petir). Menurut dokter yang menyidik otak Tony, sengatan petir bervoltase tinggi yang dialami Tony mengakibatkan anomali dibagian otaknya yang mengatur kemampuan bermusik.
Noraini Ismail Kaprikornus Jenius Setelah Tabrakan Motor

Noraini pun mengaku heran dengan kemampuan barunya itu. Padahal, ia sama sekali tak berguru bahasa-bahasa itu. Meski, ia mengaku gemar nonton drama Korea dan China di televisi sebelum celaka. "Tak pernah terlintas dalam benak, saya bisa bicara dalam bahasa yang sama dengan para bintang film dalam drama itu," kata dia. Tak hanya bicara, selera makan Noraini pun berubah pasca kecelakaan. Ia kini lebih suka makan ikan dan minum susu kedelai, masakan favoritnya dulu, petai dan kecap "budu" sama sekali tak disentuh. Ia juga makin feminin, tak tomboy ibarat sebelumnya. Yang bikin ibunya senang, Noraini makin hormat pada orangtua.
Menjadi Sangat Pintar Setelah Kecelakaan Sky
Tapi alasannya yaitu ia tidak mengeluh pening atau mual, ia pun kembali bermain ski. Ia mengaku hanya mencicipi sedikit sakit kepala dan nyeri pada bahunya, yang belakangan ia ketahui alasannya yaitu bahunya terkilir dan tulang kerah yang patah. Setelah sempat menunda check-up ke rumah sakit selama dua hari, ia balasannya didiagnosis dengan gegar otak ringan. Akan tetapi beberapa ahad kemudian, ia mulai mencicipi ada yang abnormal dengan dirinya. Mengutip dari laman blognya di alamat XOJane.com, perempuan ini mengkalim penglihatan dan daya ingatnya berubah secara drastis. "Meskipun saya masih mencicipi vertigo alasannya yaitu kecelakaan, tapi cara saya melihat sesuatu berbeda dari biasanya. Saya tiba-tiba bisa mengingat semua tempat yang pernah saya datangi, terutama gedung. Seperti membuka-buka lembaran buku saja," katanya.
Hanya saja gejala-gejala ini sempat ia abaikan selama beberapa waktu. Hingga balasannya ia memutuskan untuk berbicara dengan dokternya dan pihak rumah sakit, untuk meminta melaksanakan sejumlah tes. Tanpa diduga, kondisinya tak gampang untuk didiagnosis. Bahkan lama-lama ia menjadi obsesi bagi setiap mahir saraf yang ada di rumah sakit tersebut. Bagaimana tidak, perempuan ini mengaku tak hanya sanggup mengingat tempat-tempat yang pernah ia kunjungi dengan 'akurasi yang mencengangkan' tapi juga bisa menggambar diagram dari tiap struktur tempat tersebut tanpa cela. "Saya juga katakan kepada mereka, apa yang saya ingat ini terlalu banyak, ini tidak ibarat biasanya," imbuhnya.
Franco Magnani Memori Super Setelah Sakit Demam

Yang lebih aneh, Magnani secara abnormal mempunyai dorongan berpengaruh untuk menggambar. Dia mulai menciptakan lukisan perihal tempat-tempat tersebut. Dan hebatnya, gambarnya sama persis dengan keadaan ketika itu. Beberapa orang yang merasa tidak percaya mulai mengambil foto asli objek lukisan Magnani. Dan yeah, memang sesuai dengan bentuk aslinya.
Sumber: