1. Susah Tidur
Sebuah penelitian yang tiba dari Swiss menemukan bahwa orang-orang yang kurang tidur, tidak sanggup tidur dan gelisah dalam tidurnya ketika bulan sedang berpijar jelas alias bulan purnama. Penelitian tersebut mengatakan adanya keterkaitan antara sinar jelas bulan purnama dengan penurunan kadar melatonin dalam tubuh. Sebuah studi yang serupa sebelumnya pernah diterbitkan dalam Sleep Medicine. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 tersebut menemukan bahwa banyak orang mengeluhkan kesusahan tidur ketika bulan purnama.
2. Perubahan Suasana Hati
Dalam pandangan ilmiah yang tiba dari UCLA yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders mengaitkan bulan purnama dengan perubahan suasana hati. Menurut mereka bulan purnama berkaitan dengan perubahan suasana hati seseorang dan hal inilah yang menciptakan orang cenderung terjaga dalam tidurnya (tidur tidak nyenyak). Terkait dengan hal ini, sebuah penelitian yang tiba dari Perancis menemukan bahwa perkara bunuh diri lebih sering terjadi pada bulan purnama dibandingkan pada bulan baru.
3. Meningkatkan keberhasilan operasi
Sebuah studi yang pernah dilakukan pada tahun 2004 oleh International Journal of Nursing menemukan bahwa jumlah penerimaan pasien rumah sakit jiwa meningkat pada ketika bulan purnama. Tetapi, penelitian terbaru tahun ini yang dilakukan oleh Margot menganalisis bahwa penelitian tersebut melaksanakan beberapa kesalahan statistik yang sanggup mengubah hasilnya. Hasil penelitian yang benar ialah tarikan gravitasi orang yang bangun tiga kaki dari kau ternyata 1.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan gravitasi bulan.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada 2013 yang dipublikasikan dalam Interactive Cardiovascular and Thoracic Surgery melihat sekitar 210 perkara pasien pulih dari operasi pada aorta. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang menjalani operasi pada bulan purnama cenderung mengalami penurunan risiko kematian sampai 79%. Ini dibandingkan dengan mereka yang menjalani operasi pada bulan baru.
4. Memicu Kejang
Sebuah penelitian yang dilakukan di Brazil dan diterbitkan dalam Epilepsy & Behavior menganalisis kematian mendadak dari serangan epilepsi selama delapan tahun. Mereka menemukan bahwa sekitar 70% kematian alasannya epilepsi terjadi pada bulan purnama. Tetapi penelitian lain yang juga diterbitkan dalam jurnal yang sama menemukan bahwa bulan purnama tidak besar lengan berkuasa pada serangan epilepsi.
Sebuah survei yang dilakukan tahun 2013 menemukan bahwa pencarian informasi melalui internet mengenai epilepsi meningkat sampai 11% pada bulan purnama. Tetapi hal ini tidak sanggup dijadikan pola untuk mengatakan kambuhnya kejang pada penderita epilepsi. Asumsi yang diajukan untuk hal ini ialah orang-orang mengalami kesulitan tidur pada bulan purnama dan membutuhkan internet untuk mencari penyebabnya.
Sumber:
anekainfounik