Tradisi dan ritual-ritual terkadang menciptakan sebagian masyarakat masa sekarang tidak memahami tujuan hal-hal tersebut. Mereka beranggapan aktivitas menyerupai itu hanya dilakukan pada zaman dulu sebelum insan mengalami perkembangan pendidikan dan kemajuan teknologi. Maka dari itu telah banyak terdengar kecaman dari banyak sekali pihak wacana penolakan maupun larangan sebagian ritual-ritual yang membahayakan nyawa seseorang apalagi kalau itu yaitu seorang bayi.
Tradisi ini membahayakan nyawa seorang bayi yang ada di dunia. Berikut ulasannya.
Kepercayaan yang telah menempel selama ratusan tahun pada warga di India ini dinamakan OKALI. Kepercayan tradsi lempar bayi ini dilakukan oleh warga Karnataka yang berkumpul di kuil Marutheshwara. Proses lempar bayipun sangat mengerikan. Di atas sebuah kuil yang tinggi terdapat beberapa pendeta yang melemparkan bayi yang telah berumur lebih dari 3 bulan dan sekelompok laki-laki di bawah kuil menunggu dengan selembar kain sebelum bayi tersebut dilempar dari pendeta.
Peristiwa ini dilakukan setiap tahun yang sanggup disaksikan di bersahabat kota Mudhol distrik Bagalkot. Menurut warga, tujuan dari aktivitas tersebut untuk memperlihatkan kekuatan di dalam tubuh sang bayi untuk bertahan dari segala ancaman dan akan menjadi insan yang besar lengan berkuasa kalau beliau telah tumbuh sampaumur kelak.
TRADISI MENGUBUR ANAK SAMPAI LEHER
Kepercayaan ini terjadi di Wilayah Gulbarga, Utara Kartatka. Warga di wilayah ini masih sangat percayaaan akan keberadaan leluhur yang erat kaitannya dengan dunia mistis sehingga tradisi mengubur anak hingga leher ini masih dilakukan. Proses tradisi ini dilakukan pada ketika gerhana matahari, para anak yang terlahir cacat akan dikubur badannya selama 6 jam oleh orang bau tanah mereka. Tujuannya, mereka sangat mempercayai gerhana matahari sanggup menyembuhkan anak mereka. Walaupun beberapa andal telah memberikan warta ke wilayah ini bahwa gerhana matahari tidak akan bisa menyembuhkan cacat tapi tradsi ini masih tetap dilakukan hingga kini.
Kepercayaan melompati bayi ini terjadi di Spanyol Utara tepatnya di Castrillo de Murcia. Kepercayaan ini dinamakan El Colacho, dengan proses ritual bayi harus mengenakan pakaian baru, diletakkan di jalan dan seseorang yang menggunakan kostum iblis melaksanakan lompatan melewati beberapa bayi tersebut menyerupai pada gambar di atas. Tujuan dari ritual ini yaitu dosa –dosa sang bayi akan terhapuskan. Ternyata ritual ini telah ada semenjak tahun 1620 yang merupakan bab dari perayaan Corpus Christi umat katolik.
Kepercayaan ini dikenal dengan nama ritual Sifudu yang ada di Afrika oleh orang-orang Eastern Cape. Mereka melaksanakan ritual ini kalau salah satu dari mereka telah melahirkan seorang bayi. Proses ritual ini dilakukan pada hari ketiga, seluruh keluarga berkumpul di halaman rumah dan menyalakan api unggun. Seorang perempuan iktikad menaruh daun sifudu (daun dengan aroma pedas) ke dalam api unggun tersebut sehingga mengeluarkan asap yang sangat perih di hidung maupun di mata. Setelah itu, bayi tersebut diangkat mengelilingi asap hingga beberapa kali kemudian diberikan kembali kepada ibunya. Tujuan ritual ini yaitu menanamkan mental yang cukup besar lengan berkuasa terhadap sang anak biar tak pernah takut dalam menjalani kehidupan kelak.
Sumber: