BREAKING NEWS

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Thursday, January 7, 2016

Sekilas Bencana Astronomi Di Tahun 2016

Selamat Tahun Baru 2016! Buat para pengamat langit, apa saja yang sanggup disaksikan di tahun 2016?

Salah satu yang menarik di bulan Januari yaitu kehadiran Komet catalina yang masih sanggup dinikmati dengan binokuler dan teleskop. Komet Catalina akan tampak dengan kecerlangan 5,5 magnitud dikala berada pada posisi terdekat dengan Bumi tanggal 17 Januari. Ini yaitu perjumpaan pertama dan terakhir. Komet Catalina tidak akan kembali ke Tata Surya lagi.

Selain komet Catalina, kita juga sanggup memulai tahun 2016 dengan menikmati Hujan Meteor Quadrantid dan masih ada sejumlah hujan meteor tahunan yang layak dinantikan. Oposisi planet-planet dengan bumi juga menjadi sajian menarik lainnya dari langit.

Dan tentunya yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia yaitu Gerhana Matahari Total yang akan melintasi Indonesia dari Sumatera dan berakhir meninggalkan Maba, Halmahera Timur untuk menuju ke Samudera Pasifik. Kesempatan langka bagi sleuruh masyarakat indonesia untuk sanggup menikmati Matahari tertutup Bulan!

Jadi apa saja insiden yang layak ditunggu di tahun 2016?

Gerhana Matahari Total 2006. Kredit: Geoff Simms

Gerhana

Musim gerhana 2016 akan dimulai tanggal 9 Maret dengan Gerhana Matahari Total dan Gerhana Bulan Penumbral tanggal 23 Maret. Di tahun 2016 hanya ada 4 gerhana yang akan terjadi yakni 2 gerhana Matahari dan 2 gerhana Bulan. Musim gerhana 2016 akan diakhiri oleh Gerhana Matahari Cincin 1 September dan Gerhana Bulan Penumbral 17 September.

9 Maret – Gerhana Matahari Total
Inilah waktu yang ditunggu seluruh astronom, astronom amatir maupun para pecinta langit. Peristiwa spektakuler Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016. Bagi Indonesia, GMT 9 Maret 2016 sangat Istimewa alasannya yaitu akan melintasi Indonesia dan berakhir di Samudera Pasifik. Garis total GMT 9 Maret 2016 akan dimulai dari Pulau Pagai Utara dan Selatan di Sumatera Barat, lalu mengarah ke Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan berakhir di kota Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara. Masyarakat yang tidak berada di jalur total GMT akan sanggup menikmati Gerhana Matahari Sebagian.



23 Maret – Gerhana Bulan Penumbra
Dua ahad sehabis GMT, kita kembali sanggup menikmati gerhana. Kali ini yaitu gerhana bulan penumbra yang terjadi dikala Bulan melintasi penumbra Bumi. Saat gerhana penumbra, Bulan akan tampak sedikit gelap. Seluruh Indonesia sanggup menikmati Gerhana Bulan Penumbra. Untuk Indonesia Barat dan tengah, Bulan sudah dalam kondisi gerhana dikala terbit.

1 September – Gerhana Matahari Cincin
Cincin api yang indah akan tampak di langit dikala Bulan melintas di depan Matahari. Tapi alasannya yaitu Bulan sedang berada pada posisi yang jauh dari Bumi maka tidak seluruh piringan Bulan menutupi piringan Matahari. Akibatnya pengamat di Bumi sanggup menikmati bulat piringan Matahari menyerupai cincin. Gerhana Matahari Cincin ini sanggup dinikmati oleh masyarakat di Afrika, sebagian masyarakat Arab Saudi, sebagian kecil Indonesia (Sumatera Selatan, Lampung, sebagian Jawa) dan sebagian kecil Australia. Lokasi terbaik untuk GMC ini di Gabon, Kongo, Tanzania, Madagaskar, dan lautan Hindia.

17 September – Gerhana Bulan Penumbra
Gerhana Bulan Penumbra kedua yang terjadi di tahun 2016. Kali ini seluruh Indonesia sanggup menikmati gerhana ini dari awal, meskipun sebagian masyarakat papua akan melihat gerhana yang sudah terjadi dikala Bulan terbit.
Oposisi, Transit & Konjungsi

8 Maret – Oposisi Jupiter
Planet terbesar di Tata Surya akan berada pada posisi terdekat dengan Bumi dan tampak sangat terperinci di langit malam. Para pengamat sanggup menikmati kehadiran Jupiter sepanjang malam beserta satelit-satelit Galilean pengiringnya.

9 Mei – Transit Merkurius
Saatnya melihat kehadiran Merkurius dengan memakai teleskop yang sudah dipasang filter Matahari. Merkurius akan melintas di depan permukaan Matahari. Mirip menyerupai transit Venus di tahun 2012. Sayangnya dikala transit terjadi Matahari sudah terbenam bagi pengamat di Indonesia. Meskipun demikian Transit Merkurius ini merupakan satu—satunya transit Merkurius dekade ini.

22 Mei – Oposisi Mars
Akankah gosip dua bulan di langit malam muncul lagi? Isu yang diedarkan semenjak Oposisi Mars tahun 2003. Tapi yang niscaya tahun 2016 kita akan sanggup menikmati Mars yang sedang berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Tapi, jangan berharap planet merah ini aan tampak lebih besar dari noktah di langit malam. Apalagi sebesar Bulan. Bangunlah dari tidurmu kalau kau masih mempercayai gosip usang itu.

3 Juni – Oposisi Saturnus
Planet yang cincinnya tampak indah itu akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi tanggal 3 Juni. Makara jangan lewatkan! Saturnus akan tampak lebih terperinci dibanding waktu lainnya dan akan sanggup dinikmati kehadirannya sepanjang malam. Gunakan teleskop dan kameramu untuk memotret planet cincin ini.

28 Agustus – Konjungsi Venus & Jupiter
Dua planet terperinci ini akan berada pada posisi terdekatnya. Dan tampak berpapasan sangat bersahabat di langit malam, hanya terpisah 0,1º dan sanggup dinikmati dikala senja sehabis Matahari terbenam di barat.

2 September – Oposisi Neptunus
Tidak gampang untuk mengamati planet es biru ini. Tanggal 2 September menandai posisi terdekatnya dengan Bumi. Meskipun demikian, Neptunus tetap hanya obyek titik biru di teleskop anda.

15 Oktober – Oposisi Uranus
Setelah Mars, Jupiter, Saturnus dan Neptunus berada pada posisi terdekatnya dari Bumi, kini giliran Uranus, si planet es raksasa lainnya untuk berada bersahabat dengan Bumi. Planet yang bergerak menggelinding ini akan tampak unik sebagai titik warna biru kehijauan di teleskop.
Ekuinoks & Solstice

20 Maret – Ekuinoks
Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan Vernal Ekuinoks atau titik balik trend semi yang menandai awal trend semi. Di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan Maret merupakan ekuinoks trend gugur yang menandai awal trend gugur.

21 Juni – Solstice (Summer Solstice – Belahan Utara ; Winter Solstice – Belahan Selatan)
Titik balik trend panas bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik trend masbodoh bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan malam terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini yaitu siang terpanjang.

22 September – Ekuinoks
Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan Ekuinoks Musim Gugur atau titik balik trend gugur yang menandai awal trend gugur. Sebaliknya di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan September merupakan vernal ekuinoks atau ekuinoks trend semi yang menandai awal trend semi.

21 Desember – Solstice (Winter Solstice – Belahan Selatan ; Summer Solstice – Belahan Utara)
Titik balik trend masbodoh bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik trend panas bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan siang terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini yaitu malam terpanjang.
Hujan Meteor

4 Januari – Hujan Meteor Quadrantid
Mari mulai tahun 2016 dengan menyaksikan insiden kembang api di langit malam. Bukan sekedar kembang api yang biasa dan tidak menyerupai juga. Tapi ini yaitu lintasan meteor Quadrantid yang sudah berlangsung semenjak tgl 28 Desember dan akan berakhir tanggal 12 Januari. Puncaknya tanggal 4 Januari 2016 pukul 15:00 WIB dan sanggup disaksikan tiba dari rasi Bootes. Meskipun puncak hujan meteor Quadrantid berlangsung sore hari, para pengamat masih sanggup menikmatinya dikala malam dikala rasi Bootes tampak di langit malam. Pengamatan puncak sanggup dilakukan tanggal 4 atau 5 Januari dini hari kala rasi Bootes terbit pukul 3 dini hari hingga sebelum fajar.

22 April – Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor yang berasal dari bubuk ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 22 April. Akan tetapi, hujan meteor yang akan tampak tiba dari rasi Lyra ini akan sulit diamati mengingat Bulan sedang fase Purnama dan terperinci sepanjang malam. Meskipun demikian, kau masih sanggup mencari lokasi yang minim polusi cahaya untuk menanti kehadiran meteor ini. Pengamatan sanggup dilakukan dari tengah malam hingga sebelum fajar sehabis rasi Lyra terbit jam 10 malam.

6 Mei – Hujan Meteor Eta Aquarid
Dimulai tanggal 19 Maret – 28 April, hujan meteor Eta Aquarid akan mencapai puncak tanggal 6 April pukul 03.00 dini hari. Langit yang tanpa Bulan alasannya yaitu Bulan dalam fase Bulan Baru menjadikannya waktu yang sempurna untuk menikmati hujan meteor yang berasal dari sisa komet Halley dan tampak dari rasi Aquarius tersebut. Pengamatan sanggup dilakukan sehabis rasi Aquarius terbit tengah malam hingga jelang fajar. Tidak akan ada Bulan yang menjadi sumber cahaya di langit malam.

30 Juli – Hujan Meteor Delta Aquariid Selatan
Hujan meteor Delta Aquariid dimulai tanggal 12 Juli- 23 Agustus dan mencapai puncak dengan lintasan 16 meteor per jam pada tanggal 30 Juli. Hujan meteor yang akan tampak dari rasi Aquarius ini berasal dari sisa bubuk komet Marsden and Kracht. Rasi Aquarius akan terbit jam 8 malam, dan pengamatan sanggup dilakukan hingga jelang fajar.

12 Agustus – Hujan Meteor Perseid
Dimulai tanggal 17 Juli – 24 Agustus, hujan meteor Perseid yang berasal dari bubuk komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 12 Agustus. Di malam puncak diperkirakan 150 meteor akan melintas setiap jam dan tampak tiba dari rasi Perseus. Bulan yang sedang cembung besar menjadi polusi cahaya bagi langit. Tapi pengamatan sanggup dilakukan semenjak tengah malam sehabis rasi Perseus terbit. Bulan terbenam jelang tengah malam. Karena itu pengamatan sebaiknya dilakukan sehabis Bulan terbenam untuk memperoleh kondisi yang terbaik.

8 Oktober – Hujan Meteor Draconid
Hujan meteor minor yang tampak datangd ari rasi draco ini akan berlangsung dari tanggal 6 – 10 Oktober. Puncaknya tanggal 8 Oktober dengan laju 10 meteor per jam. Hujan meteor Draconid ini berasal dari sisa bubuk komet 21P Giacobini-Zinner. Bisa dinikmati sehabis Matahari terbenam hingga rasi Draco terbenam jam 9 malam. Bulan masih cukup terperinci di langit malam.

21 Oktober – Hujan Meteor Orionid
Oktober, saatnya menikmati lintasan bubuk komet Halley di langit malam. Hujan meteor Orionid ini akan tampak tiba dari rasi pembajak sawah atau rasi Waluku atau rasi Orion si pemburu. Hujan meteor Orionid sanggup mulai dinikmati dari tanggal 2 Oktober – 7 November. Puncaknya tanggal 21 Oktober akan menghadirkan 15-20 meteor setiap jamnya di langit malam. Bulan sedang dalam fase cembung besar dan terbit jam 11 malam. Rasi Orion sendiri terbit jam 10 malam, dan keberadaan Bulan yang cukup terperinci menjadi polusi cahaya bagi pengamat. Karena itu carilah lokasi yang minim polusi cahaya lampu kota untuk meminimalisir gangguan cahaya dikala berburu hujan meteor.

5 November – Hujan Meteor Taurid Selatan
Hujan meteor minor ini memang hanya menghasilkan 5 -10 meteor di malam puncaknya, Hujan meteor Taurid berasal dari butiran bubuk Asteroid 2004 TG10 dan sisa bubuk Komet 2P Encke. Hujan meteor yang tampak dari rasi taurus ini akan berlangsung dari tanggal 7 September – 10 Desember dengan puncak untuk tanggal 5 Desember. Rasi Taurus terbit sehabis Matahari terbenam, dan Bulan sedang fase sabit dan terbenam jam 09.22 wib. Karena itu cahaya Bulan tidak akan menjadi masalah.

12 November – Hujan Meteor Taurid Utara
Hujan meteor Taurid Utara juga tampak tiba dari rasi Taurus dan dimulai dari tanggal 12 Oktober – 2 Desember dengan puncak pada tanggal 12 November. Saat malam puncak, Hujan Meteor Taurid Utara akan menghiasi langit dnegan 7 meteor per jam. Kombinasi Hujan meteor Taurid Utara dan Selatan menunjukkan tontonan menarik bagi para pengamat langit malam. Rasi Taurus terbit sehabis Matahari terbenam. Bulan dalam fase cembung besar dan gres terbenam jam 3 dini hari. Untuk itu jikalau ingin tidak ada gangguan cahaya Bulan, pengamatan sanggup dilakukan sehabis Bulan terbenam hingga jelang fajar.

17 November – Hujan Meteor Leonid
Dulu hujan meteor Leonid pernah tampak luar biasa dengan topan meteornya, akan tetapi kini hujan meteor Leonid hanya menyisakan 15 meteor per jam dikala puncak. Puncak hujan meteor dengan ratusan meteor per jam hanya terjadi 33 tahun sekali dan yang terakhir terjadi tahun 2001. Hujan meteor Leonid berasal dari sisa bubuk komet Tempel-Tuttle dan akan tampak dari rasi Leo si singa. Rasi Leo terbit tengah malam dan Bulan masih dalam kondisi cembung besar di langit malam. Cahayanya masih cukup terperinci bagi para pemburu hujan meteor. Tapi pengamatan sanggup dimulai lewat tengah malam hingga fajar.

14 Desember – Hujan Meteor Geminid
Hujan meteor Leonid, salah satu hujan meteor yang layak ditunggu mengingat puncaknya sanggup menghadirkan 120 meteor per jam. Sayang beribu sayang, puncak Hujan Meteor Geminid tahun 2016 bertepatan dengan Bulan Purnama dan bulan gres dua hari meninggalkan titik Perigee atau titik terdekatnya dengan Bumi. Artinya lagi, Bulan akan tampak lebih terperinci dari biasanya. Dan ini akan jadi problem bagi para pemburu meteor. Kalau kau sangat ingin menikmati Hujan meteor Geminid dikala Bulan purnama di perigee, carilah lokasi yang minim polusi cahaya sehingga hanya sinar purnama yang jadi cahaya di langit. Dan tunggulah hujan meteor. Kamu juga sanggup menikmati wajah Bulan dan melihat kawah-kawahnya. Siapa tahu kau cukup beruntung untuk melihat atau memotret meteor yang melintas. Rasi Kembar Gemini akan terbit jam 8 malam.



Sumber:
 
Copyright © 2014 All about wedding

Powered by Themes24x7