Istilah makhluk di dasar maritim sendiri mengacu pada organisme yang hidupnya memang di bawah zona fotik laut. Makhluk yang hidup jauh di dasar samudera ini harus bertahan dalam kondisi yang sangat keras, mulai dari tekanan 20 sampai 1.000 bar, oksigen yang minim, masakan yang sangat sedikit, ketiadaan sinar matahari, sampai suhu yang sangat dingin. Kebanyakan dari makhluk ini, bahkan bergantung pada masakan sisa yang karam dari permukaan.
1. Ikan Pemancing
Ikan ini populer ketika masuk dalam huruf film animasi “Finding Nemo” yang popular tahun 2003. Habitatnya di Samudra Arktik, Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dan Laut Mediterania. Ikan karnivora dari ordo Lophiiformes ini terlihat mencolok dengan bab kepala yang besar dan lebar, serta verbal besar bergigi runcing.
Ikan ini mempunyai organ bercahaya yang menggantung di atas mulutnya guna menarik perhatian mangsanya biar mendekat. Inilah alasan mengapa ia dinamakanAnglerfish atau ikan pemancing.
2. Ikan Stargazer
3. Cumi-cumi Vampir

Meskipun namanya menakutkan, namun ukuran cumi-cumi vampir ini relatif kecil. Panjang tubuhnya maksimum hanya 15,4 cm. Nama ‘vampire’ diberikan alasannya ialah tubuhnya yang merah menyala berpadu dengan mata bercahaya dan bentuk badan yang mirip jubah itu terhubung dengan delapan lengannya.
Meskipun mempunyai kesamaan dengan cumi-cumi dan gurita, namun cumi vampire ini bukanlah cumi mirip yang kita kenal. Spesies berjulukan ilmiah Vampyroteuthis infernalis, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi cumi vampir dari neraka, merupakan anggota tersisa dari keluarganya sehingga kerap dipanggil “fosil hidup”.
4. Kutu Laut Raksasa
Mahkluk dasar maritim ini mirip kutu, hanya saja tubuhnya sanggup tumbuh sepanjang 40,6 cm atau seukuran kucing dewasa. Kutu Laut Raksasa (Giant Isopod) ini bisa bertahan hidup di dasar samudera sampai kedalaman 6.000 m.
Makhluk yang berjulukan ilmiah Bathynomus giganteus ini ialah satu dari 17 spesies dari genus Bathynomus yang menghuni gelap dan dinginnya maritim Pasifik, Atlantik, dan lautan India. Berbeda dengan kerabat dekatnya, isopod ini hidup jauh di kedalaman yang tidak sanggup dijangkau oleh insan tanpa peralatan penyelaman khusus.
5. Hiu Berjumbai
Hiu berjumbai ini berjulukan ilmiah Chlamydoselachus anguineus dan ditemukan pertama kali di perairan Jepang pada 21 Januari 2007. Hiu ini ialah satu dari duaChlamydoselachus yang masih hidup. Penyebarannya merata di maritim dalam perairan Atlantik dan Samudra Pasifik.
Para mahir memperkirakan, hiu ini biasanya menelan mangsa tanpa mengunyah dengan sempurna, yakni dengan membengkoknya tubuhnya biar badan mangsa tersebut bisa leluasa masuk ke perutnya.
6. Kepiting Laba-laba

Kepiting ini bisa hidup sampai kedalaman 600 meter di antara rongga-rongga dasar laut. Ketika ekspresi dominan semi, ia merangkak naik sampai kedalaman 50 meter. Saat kepiting ini naik, ia ditangkap dalam skala besar di Jepang untuk dikonsumsi. Beberapa tahun belakangan, populasinya menurun drastis.
7. Naga Hitam Pasifik
Predator maritim ini dijuluki naga hitam alasannya ialah sebagian besar mangsanya merupakan hewan-hewan bawah maritim bercahaya. Perut sang naga memang telah diciptakan untuk mencegah keluarnya cahaya mangsa yang telah ditelannya itu.
8. Ikan Mata Barrel
Ikan yang ditemukan hidup di perairan dalam lepas pantai California oleh Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) ini merupakan spesimen pertama dari jenisnya yang ditemukan utuh dengan kepala yang lunak dan transparan.
Ukuran ikan ini tergolong kecil, yakni 15 cm. Ikan berjulukan ilmiah Macropinna microstoma ini kepalanya benar-benar transparan, berisi cairan, dan mirip kokpit helikopter. Matanya sangat sensitif, menangkap sekecil apapun anutan cahaya yang terlihat.
Tidak mirip kebanyakan ikan, kedua matanya berada di depan kepala dan mengarah pada titik dalam arah yang sama, yang memberikannya penglihatan menakjubkan layaknya binokuler.
9. Hiu Goblin
Hiu goblin ini terjerat jaring di lepas pantai Florida, Amerika. Sumber: Pixshark.com
Gambar di atas ialah hiu goblin yang terjerat jaring di lepas pantai Florida, Amerika. Hiu yang berjulukan ilmiah Mitsukurina owstoni ini mungkin ialah hiu dengan penampilan paling menyeramkan.
Hiu Goblin ialah makhluk yang bergerak lambat dan hidup di kedalaman 1.200 m di banyak sekali perairan dalam di di samudera Pasifik dan Atlantik. Ia hidup dengan mengkonsumsi ikan, termasuk hiu, dan tubuhnya bisa tumbuh sampai 3,8 m.
Seperti halnya hiu berjumbai, hiu goblin juga diperkirakan ada semenjak zaman prasejarah dengan struktur badan yang tidak berubah selama jutaan tahun. Sejauh ini, gosip ilmiah mengenai hiu goblin masih sangat terbatas. Meski demikian binatang ini masih eksis, masih ada di perairan Jepang dan beberapa kali berhasil terekam kamera.
10. Ikan Blobfish
Ikan ini hidup di lepas pantai Australia bab tenggara dan Tasmania, sampai Selandia baru. Sumber: Alwaysimages.it
Ikan Blobfish (Psychrolutes marcidus) yang mempunyai paras abnormal ini biasa hidup di lepas pantai Australia bab tenggara dan Tasmania, sampai Selandia baru. Ukurannya tak lebih dari 30 cm, dan hidup di kedalaman maritim antara 600 sampai 1.200 meter.
Tubuhnya yang mirip agar-agar dengan kepadatan lebih rendah dari air ini, memungkinkannya melayang-layang di dasar maritim tanpa mengeluarkan energi. Populasi ikan blobfish diperkirakan makin sedikit alasannya ialah sering menjadi korban pukat dari kapal-kapal nelayan.