
Penelitian ini bukan yang pertama mendapati kemampuan tumbuhan kaktus itu. Komunitas Meksiko pada masa 19 memakai kaktus sebagai perangkat untuk memurnikan air. Lapisan getah yang tebal pada kaktus yang menyimpan air, ialah pecahan yang bertanggung jawab untuk memurnikan air tersebut.
Peneliti lalu menyarikan getah dan menambahkan ke dalam air yang kotor alasannya sedimen dan bakteri.
Getah mengakibatkan sedimen dan basil bergabung, lalu mengendap di pecahan bawah dan memisahkan 98 % basil di dalam air.
Peneliti melihat komunitas di negara berkembang memakai kaktus di kehidupan sehari-hari mereka. Mereka biasa merebus sepotong kaktus untuk mendapat getah lalu menambahkan getah tersebut ke dalam air, sama menyerupai yang dilakukan para peneliti.
Namun masih ada rintangan yang harus diatasi. daya yang perlu dipersiapkan untuk membuatkan penyebaran kaktus dan bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa air yang telah disaring ini benar-benar bebas bakteri.
Jika beberapa problem ini sanggup dipecahkan, maka air yang murah dan higienis sanggup dijangkau jutaan orang yang kekurangan daya alam ini.