Ilmuwan mengklaim, untuk pertama kalinya telah menemukan tanda-tanda penyakit yang menyerupai dengan Zombie. Bahkan, wabah ini akan menyebar dan menjadi epidemi ke seluruh dunia, jikalau tidak diambil langkah antisipasi konkret.
Menurut ilmuwan dari Kent State University, Profesor Tara Smith, tanda-tanda yang ditimbulkan dari penyakit ini ialah dari gigitan insan yang terinfeksi. Sekali digigit, insan akan cenderung mengerang sambil berjalan dan bergetas ketika menggerakkan kaki.
"Gejala lainnya, termasuk kehilangan ketangkasan dan ciri-ciri langsung sebelumnya sebagai manusia. Bahkan usang kelamaan daging badan mereka akan membusuk," ujar Smith, dikutip dari Mirror.co.uk.
Smith, yang merupakan ajun profesor untuk ilmu epidemiology di Ohio, telah usang mempelajari terkait Zombie, yang diyakininya ada semenjak tahun 1500. Penelitiannya telah dipublikasikan dalam Jurnal British Medical (BMJ).
Setelah terinfeksi penyakit ini, periode inkubasi akan muncul beragam, tergantung ketahanan manusia. Mulai dari hitungan detik hingga hari. Infeksi ini akan mengarah pada pembentukan insan menjadi Zombie atau jenazah hidup. Mirip dengan film sains fiksi 28 Days Later, atau World War Z.
Dijelaskan pakar Zombie, Matt Mogk, Zombie didefinisikan dalam tiga kriteria, jenazah insan yang dihidupkan kembali, insan yang menjadi agresif, dan sangat menular secara biologis. Namun, Mogk menekankan jikalau definisi ini dipadukan menjadi satu istilah, "manusia yang terinfeksi dan tetap hidup".
"Sama halnya dengan vampir yang terinfeksi kuman Bacillus vampiris. Keduanya sama-sama terserang alasannya jerawat gigitan," tutur Mogk.
Virus zombie berjulukan Solanum yang bisa meningkatkan ketahanan hidup insan hingga 100 persen, namun tak lagi mempunyai jiwa.
Sementara itu, beberapa penyebab Zombie yang tidak berasal dari virus dibuat dari kuman berjulukan Black Plague menyerupai Yersinia pestis, yang disebut juga dengan jamur cordyceps dan keturunan yang bermutasi dari jerawat yang ada. Orang banyak mengenalnya sebagai penyakit "sapi gila".
Gejalanya sama, sikap jalan yang terhuyung, kecenderungan mengerang, hilangnya kepribadian sebagai insan dan daging badan yang makin usang makin membusuk.
"Jika dibiarkan, sekali masuk ke dalam kota, meskipun kota dengan penduduk besar sekitar 500 ribu jiwa, insan akan tetap terancam punah," ujarnya.
Sumber: